Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Di Hadapan Prabowo, Panglima TNI Ungkap Hasil Panen AU, AD, AL
Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, Malang, Jawa Timur (17/7/2026). (YouTube/Setpres)
  • Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan hasil program ketahanan pangan tiga matra di hadapan Presiden Prabowo dalam Panen Raya TNI di Malang, mencakup tebu, padi, dan kedelai.
  • TNI AU mendampingi panen tebu 236.048 hektare menghasilkan 18,386 juta ton; TNI AD mengawal produksi padi 19,2 juta ton dari 6,26 juta hektare hingga Juni 2026.
  • TNI AL mendampingi lahan kedelai 2.432 hektare dengan produksi 3.676 ton serta membuka lahan baru 3.110 hektare untuk memperkuat kemandirian pangan nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto melaporkan capaian program ketahanan pangan yang dijalankan tiga matra TNI di hadapan Presiden RI, Prabowo Subianto dalam kegiatan Panen Raya TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Program tersebut mengintegrasikan panen tebu, padi, dan kedelai sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional.

Dalam laporannya, Agus mengatakan, TNI menjalankan pendampingan terhadap tiga komoditas strategis sesuai arahan presiden.

1. Tiga matra TNI berbagi tugas dukung ketahanan pangan

Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, Malang, Jawa Timur (17/7/2026). (YouTube/Setpres)

Agus mengatakan, pelaksanaan program ketahanan pangan merupakan tindak lanjut atas arahan Prabowo. Di mana setiap matra punya tugas dan peran masing-masing. TNI Angkatan Udara berfokus pada tebu, TNI Angkatan Laut mendampingi pengembangan kedelai, sementara TNI Angkatan Darat mengawal produksi padi.

"Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden, TNI melaksanakan pendampingan terpadu: TNI Angkatan Udara pada komoditas tebu, TNI Angkatan Laut pada komoditas kedelai, dan TNI Angkatan Darat pada komoditas padi," ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran presiden dalam Panen Raya TNI. Menurutnya, kehadiran kepala negara menjadi dukungan besar bagi seluruh pihak yang terlibat dalam mewujudkan swasembada pangan.

2. Tebu sumbang 45 persen target gula, padi capai 19,2 juta ton

Kepala Staf TNI AU (KSAU), M Tonny Harjono panen padi di Lanud Halim Perdanakusuma. Jakarta Timur, Jumat (13/2/2026) (dok. Dispenau)

Pada sektor tebu, Panglima melaporkan TNI Angkatan Udara bersama BUMN, swasta, dan asosiasi petani mendampingi lahan seluas 236.048 hektare pada musim panen 2026.

Dari lahan tersebut diproyeksikan menghasilkan 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula. Jumlah itu disebut berkontribusi sekitar 45,05 persen terhadap target produksi gula nasional tahun 2026.

Sementara, di sektor padi, TNI Angkatan Darat mendampingi panen seluas 479.659 hektare pada Juli 2026. Adapun sejak Januari hingga Juni 2026, luas panen mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi 19,2 juta ton beras.

"Sejak Januari hingga Juni 2026, total luas panen mencapai 6,26 juta hektar dengan produksi 19,2 juta ton beras, atau telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026," kata Agus.

3. TNI AL buka lahan kedelai baru untuk kurangi impor

Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia Bersama TNI, Malang, Jawa Timur (17/7/2026). (YouTube/Setpres)

Di sektor kedelai, Panglima menyebut TNI Angkatan Laut telah mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan total produksi mencapai 3.676 ton yang tersebar di enam wilayah. Selain itu, hingga Juni 2026 TNI AL juga membuka lahan baru seluas 3.110 hektare di tujuh wilayah yang diperkirakan menghasilkan 5.287 ton kedelai.

Menurut Agus, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.

"Capaian ini adalah hasil sinergi TNI, pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Perkenankan kami memohon arahan Bapak Presiden agar seluruh program yang kami laksanakan tetap selaras dengan kebijakan pemerintah dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat Indonesia," ujarnya.

Ia menegaskan Panen Raya TNI menjadi bukti keterlibatan TNI dalam memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendukung target Indonesia Emas 2045.

Curated For You

Editorial Team

Related Article