Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prabowo: Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Sama Kita!

Prabowo: Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan Sama Kita!
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri panen raya padi, tebu, dan kedelai bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Youtube/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • Prabowo menegaskan Indonesia harus mandiri dan tidak bergantung pada belas kasihan bangsa lain, dengan seluruh elemen bersatu mengelola kekayaan nasional demi kesejahteraan rakyat.
  • Dalam pidato di Malang, Prabowo menekankan TNI dan Polri wajib hadir di tengah masyarakat serta menjadikan kesulitan rakyat sebagai tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa.
  • Ia menyerukan persatuan nasional dan semangat gotong royong agar Indonesia mampu menguasai kembali sumber daya alamnya serta mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia tidak boleh bergantung pada belas kasihan negara lain dalam membangun masa depan bangsa. Menurutnya, kebangkitan Indonesia hanya bisa dicapai melalui kekuatan sendiri, dengan seluruh elemen bangsa bersatu mengelola kekayaan nasional demi kesejahteraan rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat pidato di hadapan jajaran TNI, Polri, menteri, dan kepala lembaga dalam acara Panen Raya Serentak bersama TNI di Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya peran aparat negara untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan menjadikan persoalan rakyat sebagai tanggung jawab bersama.

Awalnya, Prabowo menegaskan TNI dan Polri memiliki tanggung jawab untuk selalu berada bersama masyarakat. Ia menyebut, aparat negara tidak boleh berjarak dengan rakyat karena kesulitan yang dialami masyarakat merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

"TNI dan Polri harus selalu bersama rakyat, di tengah-tengah rakyat. Kesulitan rakyat adalah kesulitan TNI dan Polri. Selama ada rakyat yang hidupnya susah, itu adalah kewajiban semua komponen untuk bersatu, untuk bahu-membahu, berbuat langkah-langkah yang benar, langkah-langkah yang besar, langkah-langkah yang nyata untuk mengatasi kesulitan-kesulitan rakyat itu," kata Prabowo.

Ia juga mengapresiasi kerja keras para menteri, Panglima TNI, Kapolri, hingga kepala badan yang menurutnya bekerja tanpa mengenal waktu, demi mengejar target-target pemerintahan. Prabowo bahkan mengungkapkan sejumlah pejabat harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat kelelahan bekerja.

Menurut Prabowo, pemerintah tidak ingin lagi membiarkan rakyat hidup dalam kondisi yang tidak mencerminkan status Indonesia sebagai negara besar dan kaya. Karena itu, kabinet yang dipimpinnya bertekad mempercepat berbagai program agar hasilnya segera dirasakan masyarakat.

Dalam pidatonya, Prabowo mengingatkan kembali pesan para pendiri bangsa agar Indonesia selalu percaya pada kemampuan sendiri. Ia menilai sejarah telah menunjukkan bahwa bangsa lain lebih banyak mengejar kepentingannya sendiri dibanding membantu Indonesia.

"Berkali-kali pendiri-pendiri bangsa kita mengajarkan kepada kita bahwa percayalah kepada kekuatan kita sendiri. Tidak ada bangsa lain yang kasihan sama kita. Tidak ada bangsa lain yang kasihan sama kita!" ujar Prabowo.

Ia juga menyinggung pengalaman sejarah ketika kekayaan Indonesia dieksploitasi selama ratusan tahun. Menurutnya, hingga kini masih ada pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari sumber daya alam Indonesia tanpa memikirkan kesejahteraan rakyat.

"Ratusan tahun mereka datang mengambil kekayaan kita dan sampai hari ini pun ada negara-negara yang selalu ingin ambil kekayaan kita dan membiarkan rakyat kita miskin. Itu kita tidak terima!" tegasnya.

Prabowo menutup pidatonya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk mengesampingkan perbedaan dan memperkuat persatuan. Ia menilai hanya melalui kerja sama seluruh kekuatan nasional Indonesia dapat menguasai kembali potensi kekayaannya untuk kepentingan rakyat.

Menurut Prabowo, semangat gotong royong menjadi kunci agar berbagai program pemerintah berjalan efektif dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam waktu yang lebih cepat.

"Saya mengajak semua kekuatan sudah, bersatulah! Bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita! Bersatulah untuk anak-anak dan cucu kita! Bersatulah untuk mengamankan, menguasai kembali semua kekayaan bangsa Indonesia supaya rakyat kita bisa menikmati kekayaan tersebut," kata Prabowo.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More