Nikaragua Putus Hubungan Diplomatik dengan Italia

- Nikaragua resmi memutus hubungan diplomatik dengan Italia setelah Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, menyebut pemerintahan Daniel Ortega sebagai ekstremis.
- Pemerintah Nikaragua menilai pernyataan Tajani sebagai bentuk penghinaan terhadap kedaulatan dan kehormatan nasional, sehingga memutus relasi sebagai respons atas sikap tersebut.
- Italia menuduh Nikaragua melindungi teroris Alessio Casimirri yang terlibat dalam pembunuhan Aldo Moro, sementara permintaan ekstradisi dari Italia terus ditolak oleh pemerintah Nikaragua.
Jakarta, IDN Times - Nikaragua resmi memutus hubungan diplomatik dengan Italia pada Kamis (16/7/2026). Keputusan ini menyusul kritikan dari Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani kepada pemerintah Presiden Nikaragua, Daniel Ortega yang disebut ekstremis.
Sebelumnya, Nikaragua di bawah rezim Ortega sudah bersitegang dengan sejumlah negara Barat. Pada Oktober 2022, Nikaragua juga memutus relasi dengan Belanda karena ikut campur urusan di dalam negaranya.
1. Sebut pemutusan hubungan diplomatik soal kehormatan Nikaragua

Pemerintah Nikaragua menyebut, pemutusan relasi dengan Italia ini berkaitan dengan kedaulatan dan kehormatan negara. Menurutnya, pernyataan agresif dan tidak bertanggung jawab dari Tajani itu tidak dapat diterima.
“Sebagai bentuk ekspresi kedaulatan kami dan kehormatan nasional, kami mengumumkan kepada pemerintah Italia, terutama Tajani bahwa kami memutus semua hubungan diplomatik dengan Italia,” tuturnya, dikutip dari Democrata.
Managua menyebut, pernyataan Italia ini menunjukkan arogansi dari negara-negara Eropa. Mereka menyebut, pernyataan itu adalah hinaan kepada rakyat dan pemerintah Nikaragua.
2. Italia tuduh Nikaragua sembunyikan teroris

Tajani menuding Nikaragua sudah menyembunyikan teroris. Tuduhan ini berkaitan dengan pembunuhan tokoh Partai Kristen Demokrasi dan eks Perdana Menteri Italia, Aldo Moro oleh kelompok sayap kiri Italia, Red Brigades pada 1978.
Dilansir EFE, Italia menyebut Nikaragua bersedia menampung Alessio Casimirri yang bertanggung jawab atas penculikan kepada Moro. Selain itu, Nikaragua menolak permintaan ekstradisi dari Italia untuk menghukum Casimirri.
“Italia tidak akan melupakan korban terorisme dan akan menghukum siapapun yang bertanggung jawab atas kejahatan serius kepada pemerintah maupun warga negara Italia,” ungkapnya.
3. Pengadilan Italia jatuhkan vonis hukuman kepada Casimirri

Pengadilan Italia sudah menjatuhkan enam vonis seumur hidup kepada Casimirri atas pembunuhan kepada Moro. Ia diketahui sudah meninggalkan Italia pada awal 1980-an dan tinggal Nikaragua sejak 1983 hingga mendapat status warga negara.
Dilansir BNE Intellinews, Italia sudah mendorong proses ekstradisi Carimirri selama bertahun-tahun. Namun, permintaan ekstradisi ditolak atau dibiarkan tidak terjawab. Masalah ini yang membuat hubungan bilateral Italia dan Nikaragua merenggang.



















