Prabowo Sebut TNI AD Sudah Dampingi Produksi Beras Sekitar 19,2 Juta Ton

- Presiden Prabowo memimpin panen raya tebu, padi, dan kedelai di Malang, dengan pendampingan TNI di 43 titik seluruh Indonesia.
- TNI AD mendampingi 6,25 juta hektare lahan padi dengan hasil sekitar 19,2 juta ton beras atau 44,24 persen target nasional 2026.
- Prabowo menegaskan ketahanan pangan adalah gerakan nasional yang melibatkan TNI-Polri serta seluruh elemen bangsa untuk memperkuat kemandirian pangan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memimpin panen raya tebu, padi, dan kedelai, lahan garapan yang didampingi TNI, Jumat (17/7/2026). Prabowo hadir dalam acara panen raya di kawasan Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
Dari Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,25 juta hektare lahan padi. Produksinya sekitar 19,2 juta ton beras. Jumlah tersebut untuk mendukung 44,24 persen target produksi beras nasional pada 2026.
Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton. Sementara, TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional pada 2026.
"Saya ucapkan selamat atas terselenggaranya panen raya TNI terintegrasi yang dilaksanakan serentak di 43 titik di seluruh Indonesia," ujar Prabowo.
Menurut Presiden, urusan pangan tidak hanya urusan Kementerian Pertanian. Oleh karena itu, TNI juga dilibatkan di masa pemerintahannya.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi dan gotong-royong dari seluruh komponen bangsa," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung sudah menghadiri panen raya jagung yang digarap Polri pada 16 Mei 2026.
"Hari ini kita menyaksikan penilaian TNI, ada tebu, ada kedelai, ada padi, ini menunjukkan bahwa TNI-Polri tidak hanya merupakan penjaga pertahanan dan keamanan negara. Tapi TNI dan Polri adalah bagian yang tidak bisa dipisahkan dari rakyat Indonesia," imbuh Prabowo.



















