Jakarta, IDN Times - Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah, Muhammad Qodari, mengatakan merangkul homeless media yang tergabung dalam Indonesia New Media Forum (INMF) untuk menyampaikan suara pemerintah. Salah satu Komite INMF, Wahyu Aji founder Good News From Indonesia (GNFI), menegaskan tidak ada deal-deal khusus dalam pertemuan dengan Bakom.
Menurut Aji, selain GNFI, hadir dalam pertemuan itu perwakilan dari Indozone, Infipop, Big Alpha, NalarTV, dan GoodStats. Keenam homeless media (new media) yang hadir ini kebetulan memiliki tim peliput meski tidak sebesar media mainstream. Dalam pertemuan pada Selasa, 5 Mei 2026, kata Aji, Qodari banyak berdiskusi tentang definisi homeless media dan tantangannya. Diskusi yang sama juga dilakukan INMF dengan beberapa organisasi media seperti Asosiasi Media Siber Indonesia, bahkan Dewan Pers.
"Diskusi lalu berkembang, kami kemudian bertanya terkait misal gosip yang menjadi konsumsi audiens, bagaimana respons Bakom? Jadi nggak ada deal-dealan, kita tetap independen," kata Aji kepada IDN Times. Hanya saja karena selama ini akses homeless media untuk mendapatkan informasi langsung dari sumbernya terkendala, Bakom kemudian mempersilakan homeless media yang memiliki tim untuk meliput langsung kegiatan atau konperensi pers yang diadakan Bakom.
"Jadi terkait pemberitaan yang beredar, kami (INMF) menegaskan bahwa tidak terdapat komitmen maupun kesepakatan antara INMF dan Bakom. Beberapa pengelola new media yang menghadiri pertemuan dengan Bakom mewakili media masing-masing, bukan secara resmi mengatasnamakan INMF," ujar Aji dalam keterangannya, Kamis (7/5/2026).
Aji menerangkan, pertemuan dengan Bakom membicarakan mengenai semakin maraknya kemunculan homeless media. Salah satunya, membahas mengenai tantangan produksi informasi yang dihadapi homeless media.
"Sehingga sama sekali tidak ada pembicaraan mengenai arahan editorial, bentuk koordinasi media, maupun kerja sama formal dalam bentuk apapun," ucap dia.
