Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Djamari: Kontak Tembak Antara Aparat-OPM di Yahukimo Papua untuk Amankan Warga
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago. (Dokumentasi Kemenko Polkam)
  • Djamari menegaskan baku tembak aparat dengan KKB di Yahukimo bertujuan menjaga keamanan warga dan mendukung stabilitas agar pembangunan Papua berjalan lancar.
  • Komnas HAM menyebut 12 warga sipil, termasuk anak dan perempuan, tewas akibat operasi TNI terhadap OPM di Distrik Kembru serta mengecam tindakan yang menimbulkan korban sipil.
  • TNI melalui Koops Habema membantah keterlibatan prajuritnya dalam penembakan anak di Kampung Jigiunggi dan menjelaskan baku tembak terjadi karena serangan kelompok OPM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
14 April 2026

Terjadi dua peristiwa penembakan di Papua, yakni di Distrik Kembru dan Kampung Jigiunggi. Insiden di Kembru menewaskan 12 warga sipil, sementara baku tembak antara aparat dan OPM menyebabkan empat anggota OPM gugur.

15 April 2026

Tim gabungan Satgas Damai Cartenz terlibat baku tembak dengan KKB saat patroli di Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

20 April 2026

Komnas HAM mengeluarkan pernyataan mengecam operasi TNI pada 14 April 2026 yang menimbulkan korban sipil. Pada hari yang sama, Koops TNI Habema membantah keterlibatan prajurit dalam penembakan anak di Kampung Jigiunggi.

22 April 2026

Menko Polhukam Djamari Chaniago menyampaikan keterangan setelah mendampingi kunjungan Wapres Gibran ke RSUD Dekai, Yahukimo. Ia menegaskan pengamanan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pembangunan di Papua.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Terjadi kontak tembak antara aparat gabungan Satgas Damai Cartenz dengan kelompok bersenjata OPM di wilayah Kabupaten Yahukimo dan Puncak, Papua Pegunungan, yang menimbulkan korban jiwa warga sipil.
  • Who?
    Aparat TNI-Polri, Satgas Damai Cartenz, anggota OPM/TPNPB, serta warga sipil setempat. Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago dan Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut memberikan keterangan resmi.
  • Where?
    Insiden terjadi di Distrik Seredala dan Distrik Kembru, Kabupaten Yahukimo serta Kampung Jigiunggi, Papua Pegunungan. Kunjungan pejabat berlangsung di RSUD Dekai, Yahukimo.
  • When?
    Baku tembak terjadi pada Selasa 14 April 2026 dan Rabu 15 April 2026. Pernyataan resmi disampaikan pada 20 hingga 22 April 2026 oleh berbagai pihak terkait.
  • Why?
    Aksi aparat dilakukan untuk menjaga keamanan masyarakat dan menegakkan hukum terhadap kelompok bersenjata. Namun operasi tersebut menuai kritik karena menyebabkan korban jiwa warga sipil.
  • How?
    Saat patroli keamanan, aparat diserang oleh kelompok bersenjata sehingga terjadi baku tembak. Aparat kemudian mengamankan lokasi, meny
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada tembak-tembakan di Papua antara polisi, tentara, dan orang bersenjata. Pak Djamari bilang itu supaya warga aman. Tapi ada banyak orang biasa yang kena luka dan ada yang meninggal. Komnas HAM sedih karena ada anak dan ibu juga jadi korban. Tentara bilang mereka tidak menembak anak kecil itu. Sekarang semua masih dijaga biar aman lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago mengatakan, insiden baku tembak antara gabungan aparat penegak hukum dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Yahukimo, Papua merupakan bagian untuk menjaga keamanan masyarakat. Tim gabungan satgas Damai Cartenz sempat terlibat baku tembak ketika berpatroli di Distrik Seredala, Kabupaten Yahukimo, Pegunungan Papua pada Rabu (15/4/2026). Namun, ia tak mengomentari jatuhnya belasan korban jiwa warga sipil dalam peristiwa yang terjadi di Distrik Kembru, Provinsi Papua Pegunungan pada Selasa (14/4/2026).

"Seluruh upaya ini dilakukan untuk memastikan masyarakat tetap aman. Stabilitas keamanan sangat penting agar pembangunan dapat berjalan dengan baik. Dan itu menjadi tanggung jawab Polri dan TNI ," ujar Djamari di dalam keterangan yang dikutip pada Rabu (22/4/2026).

Pernyataan itu disampaikan oleh Purnawirawan Jenderal TNI tersebut usai mendampingi kunjungan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka ke RSUD Dekai, Yahukimo. Djamari menambahkan, pengamanan akan terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung percepatan pembangunan di wilayah Papua. Dalam pandangannya, kondisi yang stabil menjadi faktor utama dalam merealisasikan berbagai program prioritas pemerintah.

"Langkah ini sudah berjalan, masih berlangsung dan akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar kondusif sehingga pembangunan dapat dirasakan oleh masyarakat," tutur dia.

1. Kabupaten Yahukimo dalam keadaan kondusif dan terkendali

Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2025 saat berada di Yahukimo (IDN Times/Istimewa)

Djamari juga memastikan kondisi keamanan di Kabupaten Yahukimo secara umum berada dalam situasi aman dan terkendali. Aparat keamanan, kata Djamari, terus melakukan langkah-langkah terukur untuk menjaga stabilitas dan memberikan perlindungan kepada masyarakat.

Ia juga sempat menyinggung mengenai penangkapan anggota KKB oleh satgas Damai Cartenz beberapa waktu lalu. Namun, ia menyebut penangkapan itu bagian dari upaya penegakan hukum.

"Itu adalah saudara kita yang berada di wilayah hutan dan kemudian diamankan oleh aparat," tutur dia.

2. Komnas HAM sebut 12 warga sipil jadi korban akibat operasi penindakan TNI terhadap OPM

Ketua Komnas HAM, Anies Hidayah ketika memberikan keterangan pers. (Dokumentasi Komnas HAM)

Sementara, di dalam keterangan resminya, Komnas HAM merespons dengan keras operasi penindakan yang dilakukan oleh TNI kepada kelompok Operasi Papua Merdeka (OPM) pada 14 April 2026 lalu di Distrik Kembru, Kabupaten Puncak. Sebab, peristiwa itu menyebabkan 12 warga sipil tewas. Termasuk di dalamnya kelompok rentan yaitu anak dan perempuan.

"Kelompok rentan ini mengalami kondisi luka tembak. Sedangkan, belasan warga sipil lainnya mengalami luka-luka serius," ujar Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah di dalam keterangan yang dikutip pada Senin (20/4/2026).

Ia mengatakan, Komnas HAM masih terus mengumpulkan informasi dan berkoordinasi dengan semua pihak untuk memastikan jumlah korban serta kondisinya. Komnas HAM pun mengecam operasi penindakan Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) lantaran menyebabkan jatuhnya banyak korban jiwa.

"Operasi penindakan yang dapat dikategorikan operasi militer maupun operasi militer selain perang yang menimbulkan korban jiwa warga sipil tak dapat dibenarkan dengan alasan apapun," katanya.

3. TNI bantah prajuritnya terlibat penembakan anak di Kampung Jigiunggi

Ilustrasi Peta Papua. (IDN Times/Sukma Shakti)

Sementara, Kepala penerangan Koops TNI Habema, Letnan Kolonel Inf Wirya Arthadiguna membantah TNI terlibat dalam tewasnya seorang anak karena luka tembak di Kampung Jigiunggi, Papua pada Selasa (14/4/2026). Ia menegaskan, tak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi.

"Saat peristiwa penembakan terhadap anak tersebut, tidak ada aktivitas prajurit TNI di Kampung Jigiunggi," ujar Wirya di dalam keterangan resmi Koops Habema pada Senin (20/4/2026).

Ia mengatakan, ada dua peristiwa penembakan berbeda yang terjadi pada Selasa (14/4/2026). Peristiwa pertama, kata perwira menengah di TNI itu, terjadi di Kampung Kembru, Papua.

"Berdasarkan laporan masyarakat terdapat keberadaan kelompok bersenjata OPM di wilayah tersebut," katanya.

Ia mengatakan, aparat penegak hukum langsung mendatangi lokasi tersebut untuk melakukan pemeriksaan. Saat aparat tiba di lokasi, mereka diserang oleh kelompok OPM. Baku tembak pun tak terelakan untuk terjadi.

Dari baku tembak itu, ada empat anggota OPM yang gugur. Selain itu, aparat penegak hukum turut menyita beberapa barang bukti milik para pelaku penembakan.

Editorial Team