Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Doa Sidang Tahunan 2026, Menag: Koreksi Diri Jika Fitnah dan Kritikan Benar
Menteri agama (Menag) Nasaruddin Umar pimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR 2026 yang digelar di Ruang Rapat Paripurna I Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa pada Sidang Tahunan MPR serta sidang bersama DPR-DPD di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
  • Dalam doanya, Nasaruddin memohon perlindungan Indonesia dari fitnah, pengkhianatan, tipu daya, dan rekayasa negatif.
  • Ia meminta kesadaran untuk mengoreksi diri bila kritik benar, mengampuni kritik keliru, serta menjaga persatuan dan kebersamaan bangsa.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
14/8/2026

Nasaruddin Umar memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI. Ia memohon kesadaran untuk mengoreksi diri bila fitnah dan kritik benar, pengampunan bagi kritik yang keliru, serta persatuan Indonesia.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa yang memohon perlindungan dari fitnah dan pengkhianatan serta kesadaran untuk mengoreksi diri apabila kritikan dan fitnah yang disampaikan benar.
  • Who?
    Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa; peserta Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI hadir dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Doa disampaikan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
  • When?
    Jumat, 14 Agustus 2026, saat Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI berlangsung.
  • Why?
    Doa dipanjatkan agar Indonesia terlindungi dari fitnah, pengkhianatan, tipu daya, dan rekayasa negatif, serta tetap menjunjung persatuan, kesatuan, dan kebersamaan.
  • How?
    Nasaruddin menyampaikan permohonan kepada Tuhan agar bangsa mengoreksi diri jika kritik benar, serta memberi ampunan kepada mereka yang menyampaikan fitnah dan kritik keliru.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menteri Agama Nasaruddin Umar memimpin doa di gedung parlemen Jakarta. Ia meminta Tuhan melindungi Indonesia dari fitnah, pengkhianatan, dan tipu daya. Ia juga berkata kita harus memperbaiki diri kalau kritik itu benar. Kalau kritiknya salah, ia meminta orang yang berkata salah itu diampuni. Ia berdoa Indonesia tetap rukun dan bersatu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Doa yang dipanjatkan dalam sidang tahunan itu menampilkan semangat kerendahan hati dalam kehidupan berbangsa: terbuka mengoreksi diri ketika kritik terbukti benar, namun tetap memberi ruang maaf bagi kekeliruan. Sikap tersebut selaras dengan harapan agar persatuan, kesatuan, dan kebersamaan tetap menjadi pijakan dalam mengupayakan cita-cita nasional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN TimesMenteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, meminta agar bangsa Indonesia diberikan kesadaran untuk mengoreksi diri apabila fitnah dan kritikan yang disampaikan benar adanya.

Hal itu disampaikan Nasaruddin saat memimpin doa dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026

"Ya Allah, lindungilah kami dari fitnah dan pengkhianatan. Selamatkan kami dari berbagai tipu daya dan rekayasa negatif hamba-Mu. Sadarkanlah diri kami untuk mengoreksi diri jika fitnah dan kritikan mereka itu benar," ujar Nasaruddin dalam doanya.

Nasaruddin juga memohon agar mereka yang menyampaikan fitnah dan kritikan yang keliru diberikan ampunan

"Ampuni mereka jika fitnah dan kritikan mereka itu keliru," lanjut dia.

Nasaruddin juga mendoakan agar Indonesia tetap menjadi bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, kesatuan, dan kebersamaan dalam mewujudkan cita-cita nasional.

"Yaitu sebuah bangsa yang menjunjung tinggi persatuan, kesatuan, dan kebersamaan di dalam mewujudkan cita-cita luhur bangsanya," ucap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article