Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Italia Perpanjang Pengecekan Turis Spanyol imbas Krisis Migrasi Ceuta

2 min read
Italia Perpanjang Pengecekan Turis Spanyol imbas Krisis Migrasi Ceuta
ilustrasi bendera Italia (Pexels/Renan Martini)
  • Italia memperpanjang pengecekan terhadap turis asal Spanyol selama 15 hari untuk menilai situasi perbatasan menyusul krisis migrasi di Ceuta dan kedatangan imigran dari Maroko.
  • Keputusan Roma diambil setelah komunikasi dengan Komisi Eropa dan negara UE lain, di tengah ketegangan dengan Madrid terkait penangguhan aturan Schengen.
  • Prancis menyerukan solidaritas UE untuk Spanyol, sementara Komisaris Migrasi UE meminta kerja sama dan langkah pencegahan terhadap potensi migrasi ilegal massal di perbatasan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Italia resmi memperpanjang pengecekan kepada turis asal Spanyol pada Rabu (30/9/2026). Kebijakan ini sebagai wujud untuk meningkatkan penjagaan dari imigran ilegal menyusul krisis migrasi di Ceuta. 

Beberapa bulan terakhir, hubungan Italia dan Spanyol menegang imbas penangguhan aturan Schengen. Roma bahkan menyalahkan Madrid yang tidak mampu menjaga perbatasan di wilayah terluarnya di Afrika, Ceuta. 

  1. 1. Italia butuh melihat kembali situasi di perbatasan Spanyol

    suasana demonstrasi di Spanyol
    suasana demonstrasi di Spanyol (unsplash.com/b1b1)

    Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Piantedosi kembali menyetujui perpanjangan pengecekan perbatasan kepada turis asal Spanyol hingga 15 hari ke depan. Langkah ini sebagai bagian dari negosiasi dengan Komite Analisa Keamanan Perbatasan untuk menilai situasi terkini di Spanyol. 

    “Terdapat sejumlah masalah penting dan belum ada progres besar yang terlihat di Ceuta dalam beberapa bulan terakhir. Terutama setelah kedatangan puluhan ribu imigran asal Maroko,” tuturnya, dikutip dari Democrata.

    Keputusan ini dibuat usai berkomunikasi dengan Komisi Eropa dan beberapa negara anggota Uni Eropa (UE) lainnya. Sementara, Komisi Eropa juga merencanakan aksi untuk menghalau kedatangan imigran ilegal. 

  2. 2. Prancis dukung Spanyol untuk atasi krisis migrasi

    Bendera Prancis.
    ilustrasi bendera Prancis (unsplash.com/luizagiannelli)

    Di sisi lain, Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mendukung penuh kerja sama antara Prancis dan Spanyol untuk melawan migrasi ilegal. Ia mendesak agar UE dapat bersatu dalam menyelesaikan migrasi ilegal bersama-sama. 

    Dilansir Euronews, presiden Prancis itu menilai bahwa negara-negara UE lainnya harus memberikan solidaritas kepada Spanyol atas insiden di Ceuta. Menurutnya, Pakta Migrasi dan Suaka UE harus dilakukan dengan seimbang. 

    “Keseimbangan antara solidaritas dan tanggung jawab sangat penting. Kami mendukung solusi kuat untuk melindungi perbatasan, tapi tetap berada di bawah hukum UE dan menghormati nilai-nilai UE,” terangnya. 

  3. 3. UE sebut masih ada tantangan besar soal migrasi ilegal

    ilustrasi bendera Uni Eropa
    ilustrasi bendera Uni Eropa (unsplash.com/alexart251)

    Komisaris Migrasi di UE, Magnus Brunner mengatakan bahwa ujian besar di Ceuta sudah berakhir. Namun, masih ada banyak tantangan yang akan dihadapi UE mengenai migrasi ilegal. 

    “Saya percaya UE sudah melewati ujian ini dan tidak ada migran ilegal yang masuk ke area Schengen. Namun, Brussels harus melangkah lebih jauh dan mengantisipasi dan mencegah masuknya imigran secara massal,” paparnya, dikutip dari EU News.

    Brunner mendesak semua anggota UE untuk bekerja sama dalam mencegah migrasi ilegal. Menurutnya, kerja sama dan mengambil tindakan akan mencegah krisis di perbatasan UE. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

Related Articles

See More