Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dokter Terbang Digagas Prabowo, Pakar Ingatkan Kesiapan Sistem dan SDM
Tim memasukkan jenazah ke dalam ambulans (Foto: Basarnas Padang)
  • Gagasan ambulans udara dan dokter terbang dinilai berpotensi memperluas akses layanan kesehatan bermutu bagi masyarakat di daerah terpencil.

  • Pakar menekankan perlunya sistem, SDM, sarana, diagnosis, serta penanganan lanjutan agar layanan tidak berhenti setelah tim medis meninggalkan lokasi.

  • Konsep dokter terbang merupakan layanan gawat darurat aeromedikal; pelaksanaannya disarankan belajar dari Australia dan Afrika tanpa mengabaikan penguatan puskesmas.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo punya rencana ambulans udara dan dokter terbang untuk orang sakit di tempat jauh. Pak Tjandra bilang ini bisa membantu. Tapi harus ada dokter, alat, dan tempat merawat pasien sebelum dan sesudah tim terbang datang. Puskesmas juga harus diperkuat supaya orang tetap sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk menghadirkan ambulans udara hingga tim dokter terbang dinilai dapat menjadi terobosan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat di daerah terpencil.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus Adjunct Professor Griffith University, Prof Tjandra Yoga Aditama, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, ambulans udara dan dokter terbang dapat membantu mewujudkan akses pelayanan kesehatan yang merata.

“Universal Health Coverage (UHC) adalah bahwa semua warga harus mendapat akses untuk pelayanan kesehatan bermutu. Artinya siapapun warga kita, di manapun berada, di tempat terpencil sekalipun, memang harus mendapat pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu,” kata Tjandra saat dikonfirmasi, Kamis (20/8/2026).

1. Perlu pelayanan lanjutan

Ilustrasi nakes (ANTARA FOTO)

Namun, Tjandra mengingatkan agar program tersebut disiapkan dengan perencanaan yang matang. Menurut dia, pelayanan kesehatan tidak bisa berhenti hanya pada saat ambulans atau dokter terbang tiba di lokasi.

Ia menjelaskan, ketika tim medis datang, perlu dilakukan analisis terhadap kondisi pasien, penegakan diagnosis, hingga menentukan tindakan medis yang tepat. Setelah tindakan dilakukan, pasien juga tetap membutuhkan penanganan lanjutan setelah tim dokter atau ambulans udara meninggalkan lokasi.

“Artinya harus ada sistem, SDM dan juga sarana dan prasarana kesehatan untuk mempersiapkan sebelum ambulans/dokter terbang tiba di lokasi, dan juga melanjutkan penanganan pasien sesudah tindakan dan ambulans/dokter terbang meninggalkan lokasi,” ujarnya.

2. Pelayanan gawat darurat aeromedikal bagi masyarakat di daerah terpencil

Ilustrasi UPTD Puskesmas Jatibening Baru. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Tjandra menjelaskan, konsep dokter terbang atau flying doctor pada dasarnya merupakan pelayanan gawat darurat aeromedikal yang ditujukan bagi masyarakat di daerah terpencil.

Ia menyebut, terdapat dua pelopor layanan dokter terbang di dunia yang dapat menjadi rujukan Indonesia, yakni Royal Flying Doctor Service di Australia dan AMREF (African Medical and Research Foundation) Flying Doctors di Afrika.

“Kalau memang kegiatan dokter terbang akan dilakukan di negara kita maka akan baik kalau dilakukan benchmark dari dua kegiatan di Australia dan Afrika ini,” ujar mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan tersebut.

3. Penguatan layanan primer atau puskesmas jangan dilupakan

Ilustrasi UPTD Puskesmas Jatibening Baru. (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Menurut Tjandra, penguatan layanan kesehatan primer juga tidak boleh dilupakan. Ia menyoroti pernyataan Presiden dalam pidato yang sama mengenai masih banyak Puskesmas yang belum memiliki 13 jenis tenaga kesehatan secara lengkap.

Kondisi tersebut, kata dia, menjadi salah satu tantangan besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Pelayanan kesehatan tentu bukan hanya mengobati mereka yang sudah sakit, baik oleh kegiatan pengobatan di Puskesmas dan juga antara lain dengan ambulans/dokter terbang, tetapi juga menjaga masyarakat tetap sehat,” katanya.

Editorial Team

Related Article