Gempa NTT, Ditjenpas Siaga Amankan Lapas-Rutan di Flores

- Kemenimipas memperketat pengamanan lapas dan rutan di Flores setelah gempa magnitudo 7,7 di Nagekeo, dengan warga binaan diarahkan ke titik kumpul aman.
- Petugas dan warga binaan di Rutan Ruteng, Maumere, Bajawa, serta Lapas Ende dilaporkan aman berdasarkan pemantauan awal pascagempa.
- Pemindahan warga binaan Rutan Ruteng dipertimbangkan bila hunian tak layak, tetapi terkendala longsor dan personel; kondisi bangunan serta logistik diperiksa bersama instansi terkait.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memperketat pengamanan lapas dan rutan di Flores, Nusa Tenggara Timur, setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo. Warga binaan di sejumlah satuan kerja telah diarahkan ke titik kumpul untuk mengantisipasi gempa susulan.
"Kami meminta seluruh jajaran tetap tenang namun waspada. Setiap perubahan kondisi, sekecil apa pun yang berpotensi memengaruhi keselamatan warga binaan maupun petugas, harus segera dilaporkan dan ditindaklanjuti," kata Kepala Kanwil Ditjenpas NTT, Decky Nurmansyah, dikutip Jumat (21/8/2026).
1. Sebanyak empat lapas-rutan aman

Rumah warga di Bima yang mengalami kerusakan dampak gempa NTT, Sabtu (15/8/2026). (dok. BPBD NTB) Pemantauan awal menunjukkan petugas dan warga binaan di Rutan Kelas IIB Ruteng, Rutan Kelas IIB Maumere, Rutan Kelas IIB Bajawa, serta Lapas Kelas IIB Ende dalam kondisi aman. Warga binaan juga diarahkan menuju titik kumpul yang dinilai aman sebagai langkah antisipasi gempa susulan.
2. Rutan ruteng pertimbangkan pemindahan

Kondisi Puskesmas di Manggarai usai gempa NTT, Minggu (16/8/2026)/IDN Times Dini Suciatiningrum Kanwil Ditjenpas NTT mengidentifikasi kemungkinan pemindahan warga binaan di Rutan Ruteng jika blok hunian dinilai tidak memungkinkan untuk ditempati. Namun, opsi tersebut terkendala oleh jalur transportasi yang terdampak longsor serta keterbatasan personel aparat yang juga tengah melakukan evakuasi di wilayah lain.
3. Struktur bangunan diperiksa berkala

Dampak gempa NTT. (Dok. Kementerian PU) Demi memastikan keamanan rutan-lapas, pemeriksaan berkala dilakukan terhadap struktur bangunan, tembok keliling, atap, sumber air, kelistrikan, tenaga medis, obat-obatan, tenda darurat, dapur, pasokan makanan, serta sarana keamanan. Koordinasi juga dilakukan dengan BPBD, Polri, dan TNI untuk mendukung pengamanan maupun evakuasi.
"Pemeriksaan struktur bangunan juga akan dikoordinasikan dengan Dinas Pekerjaan Umum untuk mengetahui tingkat dan ambang kerusakan bangunan secara lebih lanjut," kata Decky.

















