Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
DPR: Polda Jabar Bentuk Satgas Buru Pelaku Penganiayaan Taufik Hidayat
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal tegaskan belum ada usulan Revisi UU KPK. (IDN Times/Amir Faisol).
  • Polda Jawa Barat membentuk Satgas khusus untuk memburu Taufik Hidayat, tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR di Kabupaten Bandung.
  • Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menegaskan koordinasi intens dengan Polda Jabar serta menyerukan masyarakat agar berani melapor jika menemukan kekerasan di sekitarnya.
  • Taufik Hidayat resmi ditetapkan sebagai tersangka sekaligus DPO setelah polisi mengantongi dua alat bukti, termasuk hasil visum luka korban.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
23 Juni 2026

Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menetapkan Taufik Hidayat sebagai tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap YTR di Kabupaten Bandung. Penetapan dilakukan setelah polisi mengantongi dua alat bukti termasuk hasil visum korban.

23 Juni 2026

Pada hari yang sama, Polda Jawa Barat menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) atas nama Taufik Hidayat dan membentuk Satgas untuk memburu pelaku. Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menyatakan dukungan dan koordinasi dengan Kapolda Jabar terkait pengejaran tersebut.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang namanya Taufik Hidayat yang jahat sama pacarnya, kakak YTR. Polisi di Jawa Barat sekarang cari dia karena dia kabur. Polisi bikin tim khusus buat nangkep dia. Banyak orang penting bantu polisi supaya cepat ketemu. Kakak YTR masih dirawat di rumah sakit, dan polisi minta warga bantu kalau lihat Taufik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pembentukan Satgas oleh Polda Jawa Barat menunjukkan kesigapan aparat dalam menanggapi kasus kekerasan, disertai koordinasi erat antara kepolisian dan DPR yang menandakan perhatian serius terhadap perlindungan korban. Langkah cepat penetapan tersangka dan penerbitan DPO mencerminkan komitmen penegakan hukum yang transparan serta dorongan bagi masyarakat untuk turut berperan aktif mendukung proses keadilan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkap, Polda Jawa Barat telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) untuk memburu pelaku penyekapan perempuan berinisial YTR di Bandung, Jawa Barat.

Cucun menyampaikan, memberikan atensi serius atas kasus ini. Ia mengaku telah berkoordinasi secara serius dengan Polda Jawa Barat.

"Pak Kapolda membuat satgas untuk pengejaran pelaku," kata Cucun, di Gedung DPR RI, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, kasus ini jadi pembelajaran serius bagi semua pihak agar mau ikut menyuarakan bila menemukan kasus kekerasan di lingkungannya. Polda Jabar, lanjut dia, saat ini sedang memburu pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Kami koordinasi dengan Pak Kapolda, akan segera mengejar pelaku penyekapan ini ya," ujar CUcun.

Polda Jawa Barat menetapkan Taufik Hidayat (30 tahun) sebagai tersangka kasus penyekapan dan penganiayaan kepada kekasihnya yakni YTR (29 tahun) di Kabupaten Bandung. Polisi menetapkan tersangka setelah mengantongi dua alat bukti, salah satunya hasil visum dari luka-luka yang dialami korban.

Taufik dikenakan Pasal 466 dan Pasal 446 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Selain ditetapkan sebagai tersangka, pelaku juga telah ditetapkan sebagai DPO oleh polisi.

"TH (Taufik Hidayat) sudah kami tetapkan sebagai tersangka penganiayaan," kata Kapolda Jabar, Irjen Rudi Setiawan, di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung pada Selasa (23/6/2026).

Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Polda Jabar juga menetapkan Taufik Hidayat sebagai orang yang diburu (Daftar Pencarian Orang/DPO). Masyarakat yang menemukan keberadaan Taufik Hidayat diminta segera melaporkan ke pihak kepolisian.

Rudi memastikan, penetapan DPO ini sudah sesuai dengan dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Polda Jabar baru-baru ini, setelah polisi melakukan penyidikan dari perkara ini.

"Saya juga menginformasikan bahwa kita sudah menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO). Terkait ini kami akan mengharapkan bantuan dari masyarakat," ujar Rudi setelah menjenguk korban di RSHS Bandung, Selasa (23/6/2026).

Editorial Team

Related Article