Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Trump Diterbangkan Secara Rahasia dari Turki akibat Ancaman Iran

Trump Diterbangkan Secara Rahasia dari Turki akibat Ancaman Iran
Presiden AS Donald Trump saat menaiki pesawat kepresidenan Air Force One (The White House, Public domain, via Wikimedia Commons)
  • Donald Trump dilaporkan meninggalkan Turki secara rahasia setelah KTT NATO, menyusul ancaman pembunuhan kredibel dari Iran terhadap dirinya.
  • Trump dipindahkan melalui truk katering ke pesawat C-32A, sementara Boeing 747 pengecoh membawa wartawan ke Inggris dengan tanda panggil Air Force One.
  • Intelijen AS menilai lokasi Turki yang berbatasan dengan Iran meningkatkan risiko; operasi dilakukan setelah ancaman terhadap pesawat yang ditumpangi Trump teridentifikasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan melakukan penerbangan rahasia saat meninggalkan Turki usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO bulan lalu. Langkah penyamaran ini dilakukan menyusul adanya ancaman pembunuhan yang kredibel dari pihak Iran terhadap dirinya.

Sebelumnya, Gedung Putih secara terbuka menyampaikan bahwa Trump berada di dalam pesawat kepresidenan utama Air Force One. Namun, sejumlah media AS mengungkapkan adanya operasi penyamaran yang melibatkan pesawat militer cadangan dan kendaraan katering bandara.

  1. 1. Trump dipindahkan menggunakan truk katering bandara

    Air Force C-32A
    Air Force C-32A (Sean Harp, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Laporan mengenai penerbangan rahasia ini pertama kali diungkap oleh media AS, The Washington Post pada Senin (10/8/2026). Awalnya, Trump sempat diperlihatkan menaiki pesawat Air Force One lama berjenis Boeing 747 di depan kamera televisi di Bandara Ankara, Turki.

    Beberapa menit kemudian, Trump dan sejumlah penasihat seniornya secara diam-diam berpindah ke truk katering bandara. Truk katering bersistem hidrolik tersebut terhubung ke pintu belakang pesawat untuk mengangkut Trump ke pesawat militer yang lebih kecil, yaitu Air Force C-32A.

    Trik tersebut berhasil menyembunyikan keberadaan Trump dari publik, awak media, dan sebagian besar staf Gedung Putih. Pesawat Boeing 747 lama kemudian terbang menuju Inggris sebagai pesawat pengecoh dengan membawa wartawan yang mengira Trump ada di dalam pesawat tersebut.

    Setibanya di pangkalan udara RAF Mildenhall di Inggris, Trump tampak keluar dari pesawat lama untuk menyapa para tentara. Ia lalu melanjutkan penerbangan menuju Washington menggunakan pesawat kepresidenan baru, Boeing 747-8 hibah dari Qatar.

  2. 2. Jurnalis dan sebagian staf tak sadar Trump telah dipindahkan

    pesawat kepresidenan AS, Air Force One
    pesawat kepresidenan AS, Air Force One (The White House from Washington, DC, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Selama penerbangan dari Turki menuju Inggris, operasi penyamaran dilakukan dengan ketat. Pesawat C-32A yang membawa Trump menggunakan tanda panggil "Reach 18" serta mematikan sistem pelacak penerbangan publik agar tidak terdeteksi radar.

    Sebaliknya, pesawat pengecoh yang membawa rombongan pers tetap menyalakan radar dan menggunakan tanda panggil resmi "AF1". Hal ini membuat pengawas lalu lintas udara dan publik meyakini bahwa presiden berada di dalam pesawat besar tersebut.

    Di dalam pesawat pengecoh, para jurnalis diminta oleh staf Gedung Putih untuk menutup rapat tirai jendela selama penerbangan. Saat ditanya wartawan mengenai alasan penutupan tirai jendela, Trump memberikan jawaban bernada gurauan terkait potensi bahaya.

    "Anda mungkin berada dalam penerbangan yang berbahaya karena orang-orang licik yang harus kita hadapi," ujar Trump, dilansir Fox News.

  3. 3. Intel AS khawatir akan ancaman pembunuhan dari Iran

    bendera Iran.
    bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

    Operasi penyamaran ini dipicu oleh ancaman pembunuhan terhadap Trump yang diidentifikasi oleh intelijen AS. Ancaman tersebut muncul setelah pasukan AS memulai kembali serangan militer ke Iran setelah buntunya negosiasi.

    Lokasi Turki yang berbatasan langsung dengan Iran juga dianggap meningkatkan risiko keamanan terhadap rombongan presiden. Pihak berwenang AS menilai ancaman tersebut dapat menargetkan pesawat apa pun yang ditumpangi oleh Trump.

    "Ada banyak musuh Amerika yang mengincarnya (Trump), dan kami menggunakan setiap alat yang kami miliki untuk mengatasi ancaman tersebut," kata Direktur Komunikasi Gedung Putih Steven Cheung, dilansir The New York Times.

    Penyamaran semacam ini bukan yang pertama kali dilakukan oleh Presiden AS. Pada 2000, mantan Presiden Bill Clinton juga pernah diterbangkan secara rahasia dari Pakistan dengan jet tak bertanda sambil mengumpankan Air Force One. Saat itu, intelijen AS menerima laporan ancaman pembunuhan dari al-Qaeda.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More