Jakarta, IDN Times - Ketua Komisi VIII DPR RI, Marwan Dasopang turut menanggapi wacana war ticket haji sebagai salah satua opsi untuk mengatasi antrean panjang haji di Indonesia.
Marwan menilai, wacana ini membutuhkan kajian secara komprehensif karena berpotensi menabrak Undang-Undang tentang penyelanggaraan haji dan umrah. Selain itu wacana war tiket haji juga harus didasarkan pada berbagai aspek, seperti aspek sosiologis, historis, dan legalitasnya.
Secara sosiologis, Marwan menilai wacana ini akan menimbulkan kecemburuan sosial antara mayarakat menengah atas dan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Karena itu kajian-kajian sosiologisnya juga penting untuk ditelaah.
"Umpamanya kalau war tiket, terus yang akan berburu ini siapa? Perburu tiket ini orang-orang kaya kan? Berarti si orang kaya tidak harus dibatasi juga. Kalau diberi ruang bebas, maka orang-orang tidak akan berhaji. Maka akan ada kecemburuan juga," kata Marwan di Gedung DPR RI, Jakarta, Jumat (10/4/2026).
