Sapi Kurban 1 Ton Presiden Prabowo Hasil Rawatan Peternak Bogor

- Presiden Prabowo menyalurkan sapi kurban seberat lebih dari satu ton ke Kota Bogor, hasil rawatan peternak lokal di Kebon Pedes dan akan dipotong di kawasan Kayumanis.
- Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengingatkan panitia kurban agar tetap mematuhi Perwali Bogor Tanpa Plastik selama proses pemotongan dan pembagian daging kurban berlangsung.
- Pemerintah Kota Bogor mendorong penggunaan wadah ramah lingkungan seperti bongsang, besek bambu, atau daun pisang sebagai pengganti kantong plastik untuk distribusi daging kurban.
Bogor, IDN Times – Wilayah Kota Bogor menerima penyaluran satu ekor hewan kurban dari Presiden Prabowo Subianto pada perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Sapi dengan kualitas super tersebut memiliki bobot raksasa yang mencapai lebih dari satu ton.
Wali Kota Bogor, Dedir A. Rachim mengungkapkan rasa syukur atas perhatian besar yang diberikan oleh pihak istana kepada warga Kota Hujan.
Sapi kurban dari Presiden tersebut rencananya akan ditempatkan dan dipotong di kawasan Kayumanis, sebagai bagian dari program sosialisasi ke masyarakat.
“Saya sudah mengusulkan kepada tim dari Sekretariat Kepresidenan agar sapi tersebut disalurkan di wilayah Kayumanis. Langkah ini menjadi bagian dari sosialisasi kita kepada masyarakat untuk menunjukkan bahwa ini adalah program yang sangat bagus,” ujar Dedie, Selasa (26/5/2026).
1. Sapi jenis simental cross dirawat dari kecil di Kebon Pedes

Sapi kurban berbobot 1 ton lebih dari Presiden Prabowo ini diketahui tidak didatangkan dari luar daerah, melainkan dibeli langsung dari peternak lokal yang berada di wilayah Kebon Pedes, Kota Bogor.
Pilihan pihak istana jatuh pada jenis sapi simental cross yang terkenal memiliki postur besar dan padat. Sapi yang dipilih tersebut diberi nama "Romi".
Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, mengonfirmasi hewan kurban tersebut dipesan langsung setelah melalui proses seleksi kualitas dan bobot yang ketat sesuai standar pihak kepresidenan. Sapi tersebut dipastikan dalam kondisi sehat dan prima.
“Kami dapat satu ton lebih yang dari Kebon Pedes, dan itu memang sudah dirawat dari kecil oleh dia (peternak lokal),” terang Dody.
2. Wali Kota ingatkan panitia patuhi Perwali Bogor Tanpa Plastik

Terkait dengan pelaksanaan teknis pemotongan dan pembagian daging kurban nanti, Wali Kota Bogor mengingatkan aturan ketat mengenai pelarangan penggunaan kantong plastik sekali pakai.
Pemerintah Kota Bogor menegaskan aturan ini tetap berlaku tanpa pengecualian pada momentum hari raya.
Aturan mengenai tata cara pembungkusan ini mengacu pada regulasi daerah yang tertuang di dalam Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang Bogor Tanpa Plastik yang sudah berjalan selama beberapa tahun terakhir.
“Kita sudah memiliki Peraturan Wali Kota tentang Bogor Tanpa Plastik. Oleh karena itu, saya mengimbau kepada seluruh warga, panitia kurban, para mustahik, dan para penerima hewan kurban untuk saling mengingatkan,” tegas Dedie.
3. Panitia diwajibkan beralih ke bongsang dan besek bambu

Sebagai solusi pengganti kantong kresek, Wali Kota meminta seluruh panitia kurban di masjid-masjid dan lingkungan warga untuk beralih ke media pembungkus yang ramah lingkungan. Bogor dinilai memiliki banyak alternatif wadah tradisional yang mudah didapatkan untuk mengemas daging.b
Penggunaan wadah alternatif tradisional ini dinilai penting untuk menjaga komitmen bersama dalam menekan volume limbah plastik yang biasanya melonjak tajam saat pelaksanaan ibadah kurban di lingkungan masyarakat.
“Proses distribusi daging kurban nanti jangan lagi menggunakan kantong plastik. Mari kita gunakan media pembungkus yang lebih ramah lingkungan. Di Bogor ini kita bisa memanfaatkan wadah tradisional seperti bongsang, besek bambu, atau menggunakan daun pisang, pungkasnya

















