Dubes Uni Eropa Abaikan Peringatan Rusia untuk Pergi dari Kiev

- Dubes Uni Eropa di Kiev menolak peringatan Rusia untuk meninggalkan Ukraina dan menegaskan bahwa UE akan tetap berada di Kiev meski ada ancaman serangan udara.
- Jerman menilai ancaman Rusia menunjukkan Moskow belum ingin berdamai, sementara puluhan diplomat dari berbagai negara tetap mendukung Ukraina dengan mengunjungi lokasi serangan.
- Rusia memperingatkan semua diplomat asing agar segera meninggalkan Kiev dan mengancam akan melancarkan serangan sistematis ke fasilitas militer serta pusat komando Ukraina.
Jakarta, IDN Times - Duta Besar Uni Eropa (UE) di Kiev, Katarina Mathernova menolak peringatan dari Rusia untuk meninggalkan Ukraina. Moskow meminta diplomat negara-negara Eropa untuk segera pergi untuk menghindari serangan udara.
“UE tidak akan pergi ke mana-mana. Kami akan tetap berada di Kiev. Ancaman terhadap diplomat adalah bentuk keputusasaan Rusia dalam menghadapi Ukraina,” terangnya, dikutip dari Politico, Selasa (26/5/2026).
Pada awal Mei, Rusia sudah memperingatkan diplomat negara lain untuk meninggalkan Kiev. Langkah itu menyusul kemungkinan serangan balasan jika ada serangan pada perayaan Hari Kemenangan.
1. Jerman sebut Rusia masih menginginkan peperangan

Duta Besar Jerman di Kiev mengatakan bahwa ancaman Rusia ini menunjukkan Moskow tidak punya keinginan untuk berdamai. Hingga kini, Jerman masih menimbang terkait dengan situasi keamanan di Kiev.
Sebanyak diplomat dari 70 negara sudah bergabung dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, Andrii Sybiha untuk berkunjung ke lokasi serangan. Sejumlah perwakilan negara Eropa yang ikut dalam tur itu, termasuk Swedia, Austria, Irlandia, dan Lithuania.
2. Polandia peringatkan Rusia tidak serang diplomatnya di Kiev

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Polandia memperingatkan Rusia tidak menyerang misi diplomatik Polandia di Ukraina. Menurutnya, ancaman ini menunjukkan serangan Rusia menargetkan infrastruktur sipil di Ukraina.
Warsawa mengatakan, tindakan Moskow ini telah menyalahi aturan karena ikut menyerang infrastruktur sipil. Polandia mendesak Rusia untuk menghentikan agresi ilegal dan tidak bisa dibenarkan di Ukraina, serta menghormati perjanjian internasional.
3. Rusia mengancam sebagai balasan serangan Ukraina di Luhansk

Kementerian Luar Negeri Rusia sudah memperingatkan seluruh diplomat asing segera meninggalkan Kiev. Moskow menuding bahwa Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy dan sekutu Baratnya sudah melanggar hukum internasional.
“Menanggapi situasi ini, militer Rusia akan mengadakan serangan sistemis ke kompleks industri militer Ukraina di Kiev. Serangan juga akan ditujukan di pusat komando dan pusat penentuan keputusan di Ukraina,” terangnya, dikutip dari The Moscow Times.
Peringatan ini menyusul serangkaian serangan Rusia di ibu kota Ukraina. Moskow diketahui sudah menggunakan drone dan rudal, termasuk rudal balistik antarbenua, Oreshnik.


















