Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Komnas Perempuan Dahlia Madanih menyoroti belum optimalnya tanggung jawab negara dalam melindungi perempuan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Komnas mencatat kekerasan di ranah negara, kebijakan diskriminatif, dan keterbatasan anggaran masih menjadi persoalan perlindungan hak perempuan.
“Negara yang seharusnya melaksanakan tanggung jawab HAM-nya untuk memberikan penghormatan, perlindungan dan pemenuhan ham perempuan, namun justru bertindak sebagai pelaku, maupun berpihak pada pelaku, atau justru melakukan pembiaran atas kekerasan yang dialami oleh perempuan," ujarnya kepada IDN Times, dikutip Senin (26/10/2026).
