Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi saat memaparkan data di acara Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Selain memaparkan jumlah penduduk, Teguh juga mengungkapkan Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi. Dari total populasi nasional, sebanyak 69,3 persen atau sekitar 201.060.449 jiwa berada pada rentang usia produktif, yakni 15 hingga 64 tahun.
Menurutnya, komposisi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Bonus demografi akan membawa berkah apabila kita mampu mengimbanginya dengan pendidikan, pelatihan kerja, dan layanan kesehatan yang memadai. Mudah-mudahan dengan bonus demografi ini bisa mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045," ujar Teguh.
Ia juga mengungkapkan kelompok usia produktif terbesar berada pada rentang usia 15 hingga 19 tahun, yang menunjukkan dominasi penduduk usia muda di Indonesia.
Data Dukcapil juga menunjukkan bahwa Generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok generasi terbesar di Indonesia, disusul generasi milenial. Karena itu, Teguh menilai pemerintah perlu menyesuaikan strategi komunikasi publik agar lebih efektif menjangkau kelompok usia tersebut.
"Kalau kita sekarang mau membawa Indonesia ke depan, berarti kita harus mampu bicara dan berkomunikasi secara baik dengan Gen Z dan milenial," katanya.
Selain itu, Dukcapil mencatat penduduk tertua di Indonesia saat ini berusia 118 tahun dan berasal dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Uniknya, penduduk dengan usia tertua kedua juga berasal dari wilayah Madura.
"Kita bersyukur, penduduk kita yang tertua tercatat ada di Bangkalan, 118 tahun. Yang nomor dua juga tercatat di Madura," ujar Teguh.
Ia bahkan berencana mengunjungi langsung warga tersebut untuk mengetahui rahasia umur panjangnya.
Dalam pemaparannya, Teguh juga mengungkapkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kelahiran tertinggi sepanjang 2026. Sementara itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi berdasarkan pencatatan akta kematian.
Di sisi lain, Pulau Jawa masih menjadi kawasan dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yakni mencapai 55,73 persen dari total populasi nasional. Adapun tiga provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Data-data tersebut, menurut Teguh, menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, pelayanan publik, hingga proyeksi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.