Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Dukcapil: Penduduk di Indonesia Kebanyakan Berzodiak Cancer
Ilustrasi Zodiak (Cancer) (IDN Times/Mardya Shakti)
  • Dukcapil mencatat zodiak Cancer menjadi yang terbanyak dengan 34.784.044 penduduk, disusul Taurus 26.494.898 dan Gemini 26.081.653, berdasarkan data tanggal lahir penduduk.
  • Per 30 Juni 2026, populasi Indonesia mencapai 290.125.073 jiwa, naik sekitar 1,8 juta dari Semester II 2025; laki-laki berjumlah 146.402.289 dan perempuan 143.722.784.
  • Sebanyak 69,3 persen penduduk berada pada usia produktif; Gen Z menjadi generasi terbesar. Jawa Barat mencatat kelahiran tertinggi, Jawa Timur kematian tertinggi, sementara Pulau Jawa menampung 55,73 persen populasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dukcapil bilang paling banyak orang Indonesia berzodiak Cancer, yaitu sekitar 34 juta orang. Setelah itu ada Taurus dan Gemini. Sekarang jumlah orang Indonesia sudah 290 juta. Anak muda Gen Z paling banyak. Ada juga kakek atau nenek paling tua umur 118 tahun di Bangkalan, Jawa Timur.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengungkapkan fakta unik dari data kependudukan Indonesia. Berdasarkan pencatatan Dukcapil, kebanyakan penduduk Indonesia memiliki zodiak Cancer.

Fakta tersebut disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Dukcapil Kemendagri, Teguh Setyabudi, saat memaparkan data kependudukan Semester I Tahun 2026 dalam Rakornas Dukcapil di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurut Teguh, pengelompokan berdasarkan zodiak tersebut diperoleh dari data tanggal lahir seluruh penduduk Indonesia yang telah tercatat dalam sistem administrasi kependudukan.

"Yang terbanyak kalau melihat jumlah ini adalah Cancer. Cancer bintangnya, tapi jangan sampai penyakitnya. Zodiaknya," kata Teguh disambut tawa peserta Rakornas.

Ia menjelaskan, setelah Cancer, jumlah penduduk terbanyak berikutnya berasal dari kelompok zodiak Taurus, Gemini, dan zodiak lainnya.

"Disusul Taurus, Gemini, dan sebagainya," ujarnya.

1. Berikut rincian jumlah penduduk berdasarkan zodiak

Ilustrasi zodiak. IDN Times/Mardya Shakti

Cancer (21 Jun-22 Jul) 34.784.044 Penduduk

Taurus (20 Apr-20 Mei) 26.494.898 Penduduk

Gemini (21 Mei-20 Jun) 26.081.653 Penduduk

Capricorn (22 Des-19 Jan) 25.923.863 Penduduk

Leo (23 Jul-22 Agu) 24.955.745 Penduduk

Aries (21 Mar-19 Apr) 23.589.938 Penduduk

Pisces (19 Jan-20 Mar) 22.531.343 Penduduk

Virgo (23 Agu-22 Sep) 22.113.829 Penduduk

Libra (23 Sep-22 Okt) 21.898.732 Penduduk

Sagitarius (22 Nov - 21 Des) 20.760.803 Penduduk

Scorpio (23 Okt-21 Nov) 20.533.945 Penduduk

Aquarius (20 Jan - 18 Feb) 20.456.280 Penduduk

2. Jumlah penduduk Indonesia tembus 290,1 juta jiwa

Infografis jumlah penduduk RI. (IDN Times/Shakti)

Dalam kesempatan yang sama, Teguh juga merilis data kependudukan terbaru Indonesia. Per 30 Juni 2026 atau Semester I Tahun 2026, jumlah penduduk Indonesia mencapai 290.125.073 jiwa. Jumlah tersebut meningkat sekitar 1,8 juta jiwa dibandingkan Semester II Tahun 2025.

"Mengalami peningkatan kurang lebih 1,8 juta dibandingkan dengan semester II tahun 2025," kata Teguh.

Dari sisi jenis kelamin, penduduk laki-laki masih mendominasi dengan jumlah 146.402.289 jiwa atau 50,48 persen. Sementara penduduk perempuan mencapai 143.722.784 jiwa atau sekitar 49,54 persen.

Menurut Teguh, selisih jumlah penduduk laki-laki dengan perempuan masih mencapai sekitar dua juta jiwa.

3. Gen Z jadi generasi terbesar hingga penduduk tertua berusia 118 Tahun

Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Teguh Setyabudi saat memaparkan data di acara Rakornas Dukcapil dan Rilis Data Kependudukan di Hotel Bidakara, Jakarta, Senin (3/8/2026)(IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Selain memaparkan jumlah penduduk, Teguh juga mengungkapkan Indonesia masih berada dalam fase bonus demografi. Dari total populasi nasional, sebanyak 69,3 persen atau sekitar 201.060.449 jiwa berada pada rentang usia produktif, yakni 15 hingga 64 tahun.

Menurutnya, komposisi tersebut menjadi peluang besar bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi apabila diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

"Bonus demografi akan membawa berkah apabila kita mampu mengimbanginya dengan pendidikan, pelatihan kerja, dan layanan kesehatan yang memadai. Mudah-mudahan dengan bonus demografi ini bisa mewujudkan Indonesia Emas tahun 2045," ujar Teguh.

Ia juga mengungkapkan kelompok usia produktif terbesar berada pada rentang usia 15 hingga 19 tahun, yang menunjukkan dominasi penduduk usia muda di Indonesia.

Data Dukcapil juga menunjukkan bahwa Generasi Z (Gen Z) menjadi kelompok generasi terbesar di Indonesia, disusul generasi milenial. Karena itu, Teguh menilai pemerintah perlu menyesuaikan strategi komunikasi publik agar lebih efektif menjangkau kelompok usia tersebut.

"Kalau kita sekarang mau membawa Indonesia ke depan, berarti kita harus mampu bicara dan berkomunikasi secara baik dengan Gen Z dan milenial," katanya.

Selain itu, Dukcapil mencatat penduduk tertua di Indonesia saat ini berusia 118 tahun dan berasal dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. Uniknya, penduduk dengan usia tertua kedua juga berasal dari wilayah Madura.

"Kita bersyukur, penduduk kita yang tertua tercatat ada di Bangkalan, 118 tahun. Yang nomor dua juga tercatat di Madura," ujar Teguh.

Ia bahkan berencana mengunjungi langsung warga tersebut untuk mengetahui rahasia umur panjangnya.

Dalam pemaparannya, Teguh juga mengungkapkan Jawa Barat menjadi provinsi dengan jumlah kelahiran tertinggi sepanjang 2026. Sementara itu, Jawa Timur menjadi provinsi dengan angka kematian tertinggi berdasarkan pencatatan akta kematian.

Di sisi lain, Pulau Jawa masih menjadi kawasan dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia, yakni mencapai 55,73 persen dari total populasi nasional. Adapun tiga provinsi dengan jumlah penduduk terbanyak adalah Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Data-data tersebut, menurut Teguh, menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan, pelayanan publik, hingga proyeksi kebutuhan masyarakat di masa mendatang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article