Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Emak-Emak di Bekasi Ubah Sampah Jadi BBM, Manfaatkan Program Rp100 Juta
Kelompok Bank Sampah Unit (BSU) Gempita, Kota Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
  • BSU Gempita di Jatimelati, Bekasi, mengolah sampah plastik tak bernilai jual menjadi BBM melalui mesin pirolisis dari program Bekasi Keren.
  • Kelompok ini menerima seperlima dana Rp100 juta untuk membeli mesin Rp28,5 juta, berkapasitas lima kilogram sampah per proses, yang mulai digunakan sejak 2025.
  • Hasil olahan plastik kresek, styrofoam, dan bubble wrap masih dipakai untuk kendaraan pengangkut sampah serta mesin potong rumput, belum dipasarkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
akhir 2024

BSU Gempita menerima mesin pirolisis dari Blitar seharga Rp28,5 juta melalui sebagian anggaran program Bekasi Keren.

2025

BSU Gempita mulai menggunakan mesin pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi BBM.

Senin, 21 September 2026

Hesti Warih MR menjelaskan inovasi pengolahan sampah residu menjadi BBM untuk mengurangi sampah yang tidak bernilai jual.

Untuk saat ini

BBM hasil pengolahan belum dipasarkan dan masih digunakan untuk operasional BSU Gempita, termasuk bak motor pengangkut sampah dan mesin potong rumput.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    BSU Gempita mengolah sampah plastik yang tidak bernilai jual menjadi bahan bakar minyak menggunakan mesin pirolisis.
  • Who?
    Kelompok Bank Sampah Unit Gempita diwakili Sekjen Hesti Warih MR mengelola pengolahan sampah menjadi BBM.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di BSU Gempita, RT 05 RW 008, Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi.
  • When?
    Mesin diterima pada akhir 2024 dan mulai digunakan sejak 2025. Keterangan Hesti disampaikan pada Senin, 21 September 2026.
  • Why?
    Pengolahan dilakukan untuk mengurangi volume sampah plastik residu yang tersisa setelah pemilahan dan tidak dapat dijual.
  • How?
    Plastik kresek, styrofoam, dan bubble wrap dipanaskan dalam tabung pirolisis; kondensor menghasilkan cairan yang terfilter berdasarkan suhu. Hasilnya masih digunakan untuk operasional dan memerlukan destilasi lanjutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Ibu-ibu di Bank Sampah Gempita, Bekasi, mengubah plastik bekas jadi bahan bakar. Mereka memakai mesin dari program Bekasi Keren. Mesin ini memasak plastik kresek, styrofoam, dan bubble wrap. Bahan bakar itu sekarang belum dijual. Mereka memakainya untuk motor ambil sampah dan mesin potong rumput.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Inovasi BSU Gempita menunjukkan bagaimana dukungan program lingkungan dapat mendorong pengelolaan residu plastik yang lebih produktif. Dengan mesin pirolisis, sampah yang sebelumnya tidak bernilai jual diolah untuk memenuhi sebagian kebutuhan operasional pengangkutan sampah dan perawatan lingkungan, sambil terus dikembangkan melalui tahapan pemurnian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Kelompok Bank Sampah Unit (BSU) Gempita di Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, memanfaatkan program Bekasi Keren, untuk mengolah sampah plastik yang sudah tidak memiliki nilai jual menjadi bahan bakar minyak (BBM).

Sekjen BSU Gempita, Hesti Warih MR, mengatakan inovasi tersebut berawal dari keinginan pengelola untuk mengurangi sampah sisa yang tidak bisa dijual setelah proses pemilahan.

"Karena yang kami berpikirnya itu tidak semata-mata mencari premiumnya, karena kami berpikirnya itu untuk mengurangi sampah yang tidak bernilai. Sehingga bagaimana caranya volume besar itu digunakan dan menghasilkan sesuatu yang berguna," kata Hesti, Senin, 21 September 2026.

Mesin pirolisis yang digunakan untuk mengolah sampah tersebut diperoleh melalui program Bekasi Keren. Program itu menyediakan anggaran Rp100 juta untuk satu RW yang memiliki bank sampah.

1. Dapat bagian program Rp100 juta untuk beli mesin

Kelompok Bank Sampah Unit (BSU) Gempita, Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

BSU Gempita yang berada di RT 05, RW 008 mendapatkan seperlima dari anggaran program tersebut untuk pengadaan mesin.

"Program tersebut menyediakan anggaran Rp100 juta untuk satu RW yang memiliki bank sampah, namun, karena BSU Gempita berada di RT 05, kami mendapatkan seperlima dari anggaran tersebut untuk pengadaan alat," jelas Hesti.

Mesin tersebut dipesan dari Blitar, Jawa Timur, dengan harga Rp28,5 juta. Alat diterima pada akhir 2024, dan mulai digunakan sejak 2025. Kapasitas mesin mencapai lima kilogram sampah dalam satu kali proses.

2. Sampah plastik diolah menjadi BBM

BBM yang dihasilkan dari pembakaran sampah. (IDN Times/Imam Faishal)

Hesti menjelaskan, sampah yang diolah meliputi plastik kresek, styrofoam, dan bubble wrap. Sampah tersebut dimasukkan ke dalam tabung, dipadatkan, kemudian ditutup rapat.

Bagian bawah tabung kemudian dipanaskan menggunakan api. Dalam prosesnya, air digunakan pada bagian kondensor hingga menghasilkan cairan dari sampah plastik.

"Nanti terfilter otomatis dari mesin, apakan kandungan masuk premium nanti mengalir ke lubang premium, begitu juga BBM yang lain, terfilter itu suhu," jelasnya.

Hasil pengolahan dapat dimanfaatkan sebagai premium, minyak tanah, hingga solar. Namun, hasil awal masih berwarna hitam, sehingga membutuhkan proses lanjutan melalui destilasi.

"Masih ada tahapan berikutnya yang kemarin sudah dilakukan itu dengan destilasi skala lab yang dibawa ke lapangan, memang hasilnya sudah ada, memang hasilnya bagus, bening. Jadi masih ada tahapan berikutnya," tutur Hesti.

3. BBM baru dipakai untuk operasional

Kelompok Bank Sampah Unit (BSU) Gempita, Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)

Untuk saat ini, lanjut Hesti, BBM hasil pengolahan belum dipasarkan. BBM hasil produksi masih sebatas untuk kebutuhan operasional BSU Gempita, termasuk kendaraan pengangkut sampah dan mesin potong rumput.

"Kami belum sampai dijual keluar, kami baru dimanfaatkan untuk baktor (Bak Motor) di sini untuk mengambil sampah itu, selain itu, BBM hasil pengolahan juga digunakan untuk mesin potong rumput," ucapnya.

Hesti berharap inovasi tersebut dapat diterapkan oleh bank sampah lainnya di Kota Bekasi. Menurutnya, BSU tidak hanya perlu mengumpulkan sampah yang memiliki nilai jual, tetapi juga mengolah sampah yang selama ini menjadi residu.

"Ke depannya saya berharap hampir semua BSU punya ini. Biar tidak hanya mengumpulkan anorganik yang terjual, tapi mereka juga melakukan sesuatu. Jadi gak cuma tempat ngumpulin (lalu) menjual," kata Hesti.

Curated For You

Editorial Team

Related Article