Bekasi, IDN Times - Kelompok Bank Sampah Unit (BSU) Gempita di Kelurahan Jatimelati, Kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi, memanfaatkan program Bekasi Keren, untuk mengolah sampah plastik yang sudah tidak memiliki nilai jual menjadi bahan bakar minyak (BBM).
Sekjen BSU Gempita, Hesti Warih MR, mengatakan inovasi tersebut berawal dari keinginan pengelola untuk mengurangi sampah sisa yang tidak bisa dijual setelah proses pemilahan.
"Karena yang kami berpikirnya itu tidak semata-mata mencari premiumnya, karena kami berpikirnya itu untuk mengurangi sampah yang tidak bernilai. Sehingga bagaimana caranya volume besar itu digunakan dan menghasilkan sesuatu yang berguna," kata Hesti, Senin, 21 September 2026.
Mesin pirolisis yang digunakan untuk mengolah sampah tersebut diperoleh melalui program Bekasi Keren. Program itu menyediakan anggaran Rp100 juta untuk satu RW yang memiliki bank sampah.
