Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Erupsi Anak Krakatau: Bandara Soetta Tutup, Penumpang Pilih Pulang
Suasana Bandara Soekarno Hatta di terminal domestik Minggu (6/9/2026) pukul 03.29 WIB. Sebanyak 33 penerbangan internasional dan domestik terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Sunariyah)
  • Bandara Soekarno-Hatta ditutup total pada Minggu, 6 September 2026, akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.
  • Penutupan mendadak sekitar pukul 03.00 WIB membatalkan penerbangan pagi domestik dan internasional, memicu antrean penumpang yang mencari kepastian di meja informasi.
  • Sunari dan suaminya gagal terbang ke Lombok, menerima pengembalian tiket, lalu pulang karena jadwal pembukaan bandara belum dapat dipastikan; rombongan umrah juga terdampak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bandara Soetta Tutup, Penumpang Penerbangan Pagi Balik Kanan

Jakarta, IDN Times - Penutupan Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau berdampak langsung terhadap sejumlah penumpang pada Minggu (6/9/2026). Salah satunya Sunari, yang batal berangkat menuju Lombok menggunakan maskapai TransNusa.

Sunari mengatakan, dirinya bersama suami telah berada di Bandara Soekarno-Hatta sejak sekitar pukul 01.00 WIB untuk mengejar penerbangan yang dijadwalkan berangkat pukul 05.00 WIB.

Kondisi bandara saat itu masih relatif sepi dan belum ada tanda-tanda penerbangannya akan terganggu.

Situasi berubah sekitar pukul 03.00 WIB ketika pengumuman melalui pengeras suara menyebut operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

Penutupan Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu pembatalan massal pada Minggu (6/9/2026). Ribuan calon penumpang penerbangan pagi terpaksa balik kanan setelah operasional bandara dihentikan total.

Salah satu calon penumpang, Sunari, mengaku batal terbang ke Lombok bersama suaminya. Pasangan ini telah tiba di bandara sejak pukul 01.00 WIB untuk mengejar penerbangan jadwal pukul 05.00 WIB.

Situasi semula berjalan normal tanpa tanda-tanda gangguan perjalanan. Kondisi berubah drastis sekitar pukul 03.00 WIB saat pengelola mengumumkan penutupan darurat akibat ancaman bahaya abu vulkanik.

Pengumuman mendadak tersebut memicu ketegangan di area informasi. Ratusan penumpang rute domestik hingga internasional, seperti ke Kuala Lumpur, berdesakan meminta kepastian petugas.

“Orang-orang pada bingung. Terus langsung bertanya ke bagian informasi sama ke bagian boarding pass. Tadi banyak banget,” kata Sunari saat dihubungi IDN Times.

Menurut dia, tidak hanya penerbangan menuju Lombok yang terdampak. Sejumlah penumpang dengan tujuan lain, termasuk Kuala Lumpur, juga mendatangi meja informasi untuk menanyakan nasib penerbangan mereka.

Sunari menyebut petugas belum dapat memastikan kapan bandara kembali dibuka. Setelah menunggu hingga mendekati waktu keberangkatan, penumpang akhirnya mendapat kepastian bahwa penerbangan pagi mereka dibatalkan dan tiket dikembalikan.

“Yang subuh sudah cancel, enggak bisa terbang. Jadi tiket direfund. Karena enggak bisa dialihkan juga katanya,” ujarnya.

Karena belum ada kepastian mengenai kapan operasional bandara kembali normal, Sunari dan suaminya memutuskan meninggalkan bandara.

Sejumlah penumpang lain juga memilih pulang, sementara rombongan calon jemaah umrah turut terdampak pembatalan penerbangan.

“Sempat ada juga rombongan orang umrah. Karena tutup semuanya, enggak jadi terbang semua,” kata Sunari.

Editorial Team

Related Article