Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dirasakan Warga Bogor

Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Dirasakan Warga Bogor
Debu vulkanik Gunung Krakatau sampai di perumahan Cibungbang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Linna Susanti).
  • Hujan abu tipis dari erupsi Anak Krakatau menyelimuti sejumlah wilayah Bogor sejak pagi, menutupi teras, kendaraan, jalan lingkungan, dan permukaan rumah warga.
  • Di Cibungbulang dan Bantar Kemang, warga melaporkan debu halus membuat benda terasa kasar serta udara mengganjal dan agak sesak saat beraktivitas.
  • PVMBG menetapkan Anak Krakatau berstatus Level III Siaga; warga diimbau memakai masker dan kacamata, melindungi air bersih, serta menjauhi radius 5 kilometer kawah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

IDN Times, Bogor - Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya dirasakan di sekitar kawasan Selat Sunda, melainkan meluas hingga wilayah Bogor, Jawa Barat. Abu vulkanik telah menyebar ke wilayah Banten, Lampung, dan Jawa Barat.

Seperti dialami warga Bogor, Jawa Barat. Sejak Minggu pagi (6/8/2026), abu vulkanik halus terlihat menyelimuti permukiman warga di wilayah kota maupun kabupaten Bogor.

Pantauan IDN Times di Bogor, hujan abu vulkanik ini mengejutkan warga yang hendak memulai aktivitas harian mereka pagi ini. Teras rumah, kendaraan, hingga jalanan diselimuti abu halus.

  1. 1. Permukiman warga di Cibungbulang diselimuti abu vulkanik halus

    Atap rumah penduduk diselimuti abu vulkanik erupsi gunung Merapi di Desa Babadan, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (10/3/2022) (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)
    Atap rumah penduduk diselimuti abu vulkanik erupsi gunung Merapi di Desa Babadan, Dukun, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (10/3/2022) (ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

    Dampak erupsi terlihat jelas dari hasil pantauan di wilayah Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, sejak pagi hari. Warga mendapati lapisan debu tipis yang menempel merata di halaman rumah, mulai dari perabotan hingga permukaan bangunan.

    Benda-benda yang berada di area terbuka seperti sandal, kaca jendela, pintu, hingga lantai teras, juga diselimuti abu vulkanik semburan Gunung Anak Krakatau.

    "Pagi-pagi pas buka pintu, sandal, kaca, pintu, bahkan lantai rumah semuanya terasa berdebu banget pas dipegang," ujar Sindi (26) warga Perumnas Dramaga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, yang kaget melihat kondisi teras rumahnya.

  2. 2. Udara menyesakkan mengganggu penghuni kos Bantar Kemang

    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar hingga warga di Jakarta Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Anata Siregar)
    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar hingga warga di Jakarta Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Anata Siregar)

    Kondisi tak jauh berbeda melanda kawasan Bantar Kemang. Warga bernama Evellyn, seorang penghuni kos di area tersebut, mengaku terkejut saat keluar dari kamarnya pagi ini mendapati area sekitar tempat tinggalnya dipenuhi abu vulkanik.

    "Sandal sama pintu kosan penuh debu banget pagi ini. Pas keluar ruangan, udaranya juga kerasa agak mengganjal dan bikin agak sesak," ungkap perempuan 20 tahun itu.

  3. 3. Kondisi terkini anak Krakatau dan imbauan untuk warga

    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar hingga Depok, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Umi Kalsum)
    Abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mulai menyebar hingga Depok, Jawa Barat, Minggu (6/9/2026). (IDN Times/Umi Kalsum)

    Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status Gunung Anak Krakatau saat ini masih bertahan di Level III (Siaga).

    Petugas mengonfirmasi bahwa pola angin di lapisan atas memang mengarahkan material abu vulkanik tipis ke arah timur hingga tenggara, sehingga menjangkau wilayah Banten hingga sebagian Jawa Barat termasuk Bogor.

    Atas kondisi tersebut, otoritas berwenang mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk selalu mengenakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar rumah guna mengantisipasi iritasi pernapasan serta mata.

    Masyarakat juga diminta mematuhi rekomendasi jarak aman dengan tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius 5 kilometer dari kawah aktif, serta menutup rapat tempat penampungan air bersih agar tidak terkontaminasi debu vulkanik.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More