Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

33 Penerbangan di Soetta Terganggu Dampak Gunung Anak Krakatau

33 Penerbangan di Soetta Terganggu Dampak Gunung Anak Krakatau
Suasana Bandara Soekarno Hatta di terminal domestik Minggu (6/9/2026) pukul 03.29 WIB. Sebanyak 33 penerbangan internasional dan domestik terganggu akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Sunariyah)
  • Erupsi Gunung Anak Krakatau memicu sebaran abu vulkanik di Bandara Soekarno-Hatta, sehingga penutupan sementara diperpanjang hingga 6 September 2026 pukul 09.30 WIB.
  • Sebanyak 33 penerbangan terganggu: internasional mencatat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan ulang; domestik mengalami 4 pembatalan serta 1 pengalihan.
  • Selama penutupan, 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang terdampak; calon penumpang diminta memantau maskapai dan menunda keberangkatan ke bandara hingga status penerbangan pasti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap operasional penerbangan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Minggu (6/9/2026).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memperpanjang penutupan sementara bandara, setelah hasil pemeriksaan kembali menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan sebanyak 33 penerbangan terganggu dampak sebaran abu vulkanik.

"Pada penerbangan internasional tercatat 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan kembali. Sedangkan penerbangan domestik mencatat 4 pembatalan dan 1 pengalihan," ujar Lukman dalam keterangan tertulis, Minggu.

Berdasarkan NOTAM Nomor A3344/26 yang memperbarui Notam sebelumnya, operasional Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara hingga Minggu (6/9/2026) pukul 09.30 WIB.

Keputusan tersebut diambil setelah paper test yang dilakukan Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05-06.35 WIB kembali menunjukkan hasil positif adanya indikasi abu vulkanik.

Sebelumnya, penutupan diberlakukan mulai pukul 01.30 WIB. Pemeriksaan awal melalui paper test pada pukul 00.35-01.05 WIB juga mendeteksi sebaran abu vulkanik.

Kondisi tersebut menjadi dasar bagi otoritas penerbangan untuk mempertimbangkan aspek keselamatan sebelum membuka kembali wilayah udara dan operasional bandara.

Hingga pembaruan data pukul 05.30 WIB, terdapat 209 pergerakan penerbangan yang terdampak selama periode penutupan, dengan total 22.798 penumpang.

Rute dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak antara lain Makassar (UPG) sebanyak 16 pergerakan dan Singapura (SIN) sebanyak 11 pergerakan.

Selain itu, pengelola bandara memastikan 170 pesawat yang menjalani remain over night (RON) berada dalam kondisi aman di area apron. Pesawat tersebut terdiri dari 66 unit di Terminal 1, 51 unit di Terminal 2, 49 unit di Terminal 3, serta empat pesawat di area kargo.

Lukman mengatakan keselamatan tetap menjadi prioritas dalam setiap keputusan operasional. Otoritas penerbangan juga mengantisipasi dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal.

Masyarakat yang memiliki penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta diimbau memantau informasi terbaru dari maskapai dan tidak datang ke bandara terlebih dahulu sebelum mendapat kepastian status penerbangannya.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More