Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Evaluasi 2 Tahun Prabowo, Guru Besar Fisipol UGM: Terlalu Fokus Program Andalan
Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Amalinda Savirani (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Amalinda Savirani menilai pemerintah terlalu fokus pada program andalan seperti MBG dan Koperasi Desa.

  • Ia menyoroti kebakaran hutan, kondisi pengungsi di NTT, serta dampak efisiensi anggaran terhadap warga.

  • Amalinda meminta tiga tahun tersisa digunakan untuk memperbaiki kinerja pemerintahan Prabowo.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
28/9/2026

Amalinda Savirani menyampaikan penilaiannya mengenai kinerja pemerintahan Prabowo saat ditemui IDN Times di Jakarta Pusat.

20 Oktober 2026

Pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto akan berusia dua tahun.

tiga tahun tersisa

Amalinda meminta sisa masa pemerintahan digunakan untuk memperbaiki kinerja.

2029

Amalinda menyebut kinerja pemerintahan penting apabila Prabowo kembali ingin maju dalam kontestasi Pilpres 2029.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Amalinda Savirani menyoroti kinerja pemerintahan Prabowo yang dinilai terlalu fokus pada program andalan, sementara sejumlah fungsi dasar negara belum mendapat perhatian memadai.
  • Who?
    Amalinda Savirani, Guru Besar Fisipol UGM, menyampaikan penilaian tersebut terhadap pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto.
  • Where?
    Amalinda menyampaikan pernyataan itu saat ditemui IDN Times di kawasan Jakarta Pusat.
  • When?
    Wawancara berlangsung Senin (28/9/2026), menjelang pemerintahan Prabowo berusia dua tahun pada 20 Oktober 2026.
  • Why?
    Menurut Amalinda, persoalan seperti kebakaran hutan dan kondisi pengungsi pascagempa di NTT belum mendapat perhatian yang memadai.
  • How?
    Amalinda meminta tiga tahun masa pemerintahan yang tersisa digunakan untuk memperbaiki kinerja bersamaan dengan pelaksanaan program prioritas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Amalinda Savirani melihat pemerintah Prabowo banyak mengurus program seperti makanan bergizi dan koperasi desa. Ia bilang kebakaran hutan dan pengungsi di NTT juga perlu ditolong. Sekarang, pemerintah masih punya tiga tahun untuk memperbaiki pekerjaan dan menunjukkan kinerja yang lebih baik kepada warga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Tiga tahun masa pemerintahan yang tersisa memberi ruang bagi pemerintah untuk memperbaiki kinerja. Amalinda menilai perbaikan itu dapat dilakukan dengan memberi perhatian bersamaan pada program prioritas dan persoalan fungsi dasar negara, termasuk perlindungan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan serta kondisi pengungsi di NTT.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada (Fisipol UGM), Amalinda Savirani, menyoroti kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto yang memasuki dua tahun pada 20 Oktober 2026. Menurut dia, pemerintah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang perlu dibenahi dalam tiga tahun tersisa.

Amalinda menilai, pemerintah terlalu berfokus pada sejumlah program andalan Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa. Sementara, sejumlah persoalan yang menyangkut fungsi dasar negara dalam melindungi masyarakat dinilai belum mendapat perhatian yang memadai.

"Ini dua tahun dan masih ada tiga tahun. Banyak PR. Program-program utama itu kan MBG, Koperasi Desa, dan seterusnya. Pada saat yang sama juga ada masalah-masalah yang lagi banyak banget, itu diurusin. Performance-nya itu ditingkatkan, yang banyak sekali enggak kita lihat sejauh ini," kata Amalinda saat ditemui IDN Times di kawasan Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).

1. Kebakaran hutan hingga pengungsi di NTT disorot

Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul dinamika hotspot di sejumlah wilayah. Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Sabtu (26/9) pukul 21.15 WIB, secara nasional terdeteksi 331 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence, meningkat 118 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat 213 titik. (Dok. Kemenhut)

Amalinda mencontohkan sejumlah persoalan yang menurutnya menunjukkan masih perlunya peningkatan kinerja pemerintah dalam menjalankan fungsi dasar negara. Dia menyinggung persoalan kebakaran hutan serta kondisi pengungsi pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurut dia, meninggalnya pengungsi di tenda merupakan kondisi yang memprihatinkan.

"Kebakaran hutan gak diurusin. Di NTT pengungsi meninggal di tenda. Itu kan miris banget yang sebenarnya negara gak mau melakukan fungsi dasarnya melindungi warga negara," ujar dia.

Menurut Amalinda, berbagai persoalan tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah bersamaan dengan pelaksanaan program-program prioritas Presiden Prabowo.

2. Soroti efisiensi yang dinilai berdampak ke warga

Presiden Prabowo Subianto ketika menyantap nasi goreng di tenda pengungsi di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. (Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden)

Ketika ditanya apakah kondisi tersebut berkaitan dengan kebijakan efisiensi anggaran pemerintah, Amalinda menyebut salah satu dampaknya dapat dilihat dari pengelolaan anggaran pemerintah. Dia pun menyindir Prabowo yang gemar ke luar negeri di tengah gencarnya efisiensi.

"Efisiensinya ke luar negeri. Ya, itu salah satunya. Karena terlalu fokus pada program yang menjadi andalan presiden, yang kita lihat sejauh ini banyak masalahnya dan under compensate dengan mengorbankan warga negara biasa," kata dia.

Amalinda menilai, kondisi tersebut menyedihkan karena pelaksanaan program prioritas pemerintah dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.

3. Minta tiga tahun tersisa dipakai perbaiki kinerja

Presiden Prabowo Subianto kembali ke Indonesia, pada Jumat (29/5/2026), usai menyelesaikan kunjungan resmi kenegaraan di Prancis. (Dok. Sekretariat Presiden)

Amalinda berharap pemerintah dapat menggunakan tiga tahun masa pemerintahan yang tersisa untuk memperbaiki kinerja. Menurut dia, capaian pemerintahan menjadi penting apabila Prabowo kembali ingin maju dalam kontestasi Pilpres 2029.

"Menurut saya itu menyedihkan. Kalau bisa tiga tahun sisanya bisa lebih diperbaiki. Kalau dia berharap 2029 mau nyalon lagi, kinerja itu penting untuk bisa ditunjukkan pada warga negara, dia benar-benar dan untuk bangun kepercayaan," ujar Amalinda.

Curated For You

Editorial Team

Related Article