Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Fakta-Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia pada 2026
ilustrasi berada di tengah kabut asap karhutla. (pexels.com/Vadim Braydov)
  • Karhutla meningkat sepanjang puncak kemarau 2026 di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi; Kalimantan Barat mencatat area terluas, 38.310,86 hektare hingga Agustus.
  • Sumatra Selatan mencatat 1.520 kejadian, Jawa Barat 121 kejadian, dan Sulawesi Selatan 112 kejadian; kebakaran juga melanda 673,4 hektare Taman Nasional Way Kambas.
  • Asap karhutla terdeteksi melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia sejak 6 Agustus; pemerintah memprioritaskan enam provinsi serta mengerahkan patroli, pemadaman darat-udara, dan modifikasi cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
sepanjang 2026

Karhutla tetap menjadi ancaman serius di Indonesia, dengan peningkatan kejadian saat memasuki puncak musim kemarau.

Januari hingga Agustus 2026

Karhutla di Kalimantan Barat mencapai 38.310,86 hektare. Sulawesi Selatan mencatat 112 kejadian dengan sekitar 1.562,67 hektare lahan terdampak.

sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026

BPBD Sumatra Selatan mencatat 1.520 kejadian karhutla dengan indikasi lahan terbakar seluas 1.926,2 hektare.

6 Agustus 2026

BNPB mengonfirmasi asap karhutla terdeteksi melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia.

Agustus 2026

Data karhutla di Sumatra Selatan mengalami lonjakan tertinggi.

22 Agustus

Api di Taman Nasional Way Kambas berhasil dipadamkan. Petugas melanjutkan pembasahan dan pemantauan untuk mencegah kebakaran kembali muncul.

hingga 22 Agustus 2026

Jawa Barat mencatat 121 kejadian karhutla dengan 184,07 hektare lahan terbakar. Area terbakar di Taman Nasional Way Kambas mencapai sekitar 673,4 hektare.

hingga 23 Agustus 2026

Sebanyak 44 titik panas masih terdeteksi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

awal 2027

BMKG memperkirakan fenomena El Niño dapat bertahan hingga awal 2027, sehingga kondisi kering berpotensi berlangsung lebih lama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan meningkat di sejumlah wilayah Indonesia selama musim kemarau 2026, meliputi Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi, serta memicu asap lintas batas Indonesia-Malaysia.
  • Who?
    BPBD, BNPB, BMKG, pemerintah, petugas pemadam, pasukan darat, dan dukungan udara menangani karhutla di wilayah terdampak.
  • Where?
    Karhutla tercatat di Kalimantan Barat, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan, Taman Nasional Way Kambas di Lampung Timur, serta Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.
  • When?
    Kejadian berlangsung sepanjang 2026. Data mencakup Januari hingga Agustus 2026; asap melintasi perbatasan sejak 6 Agustus, dan 44 titik panas di Kalsel masih terdeteksi hingga 23 Agustus 2026.
  • Why?
    Kondisi cuaca lebih kering, puncak musim kemarau, dan keberadaan lahan gambut memperbesar risiko serta menyulitkan pemadaman. BMKG memperkirakan El Niño dapat bertahan hingga awal 2027.
  • How?
    Penanganan dilakukan melalui patroli darat, pemadaman langsung, pembasahan, pemantauan bara, pengerahan pesawat dan helikopter, operasi udara, serta teknologi modifikasi cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hutan dan tanah di banyak tempat di Indonesia terbakar saat cuaca kering pada 2026. Api besar ada di Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Sulawesi. Asapnya sampai ke Malaysia. Petugas memakai orang, helikopter, dan pesawat untuk memadamkan api. Di Kalimantan Selatan, masih ada 44 titik panas yang dilihat petugas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kondisi karhutla yang menantang, penanganan menunjukkan respons yang berlapis dan terarah. Patroli darat, pemadaman langsung, dukungan helikopter serta pesawat, dan modifikasi cuaca digunakan untuk mengendalikan api. Setelah kebakaran di Way Kambas dipadamkan, pembasahan dan pemantauan juga tetap dilakukan guna mencegah bara memicu kebakaran kembali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi ancaman serius di Indonesia sepanjang 2026. Memasuki puncak musim kemarau, sejumlah wilayah di Sumatra, Kalimantan, Jawa, hingga Sulawesi mengalami peningkatan kejadian kebakaran.

Kondisi cuaca yang lebih kering serta keberadaan lahan gambut membuat penanganan karhutla menjadi tantangan. Berikut sejumlah fakta terbaru karhutla di Indonesia berdasarkan laporan IDN Times!

1. Kalimantan Barat menjadi salah satu wilayah dengan karhutla terluas

ilustrasi asap karhutla (pexels.com/Alexandre P. Junior)

Kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat terhitung sejak Januari hingga Agustus 2026 telah mencapai 38.310,86 hektare. Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar, yakni sekitar 12.443 hektare.

Kondisi tersebut diperparah oleh keberadaan lahan gambut yang membuat api lebih sulit dipadamkan. Di lahan tersebut, api mampu bertahan dan menyebar di bawah permukaan tanah sehingga berpotensi menimbulkan kembali titik api.

2. Ribuan kejadian karhutla di berbagai provinsi

ilustrasi asap karhutla (unsplash.com/Matt Palmer)

Di Sumatra Selatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat 1.520 kejadian karhutla sejak 1 Januari hingga 19 Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, indikasi luas lahan yang terbakar mencapai 1.926,2 hektare dengan lonjakan data tertinggi pada Agustus 2026.

Selanjutnya, di Jawa Barat, BPBD mencatat 121 kejadian karhutla hingga 22 Agustus 2026. Kebakaran tersebut menghanguskan 184,07 hektare lahan yang tersebar di 19 kabupaten dan kota dengan data lahan terbakar terbesar berada di Sukabumi yakni 49,20 hektare.

Selain itu, Sulawesi Selatan juga menghadapi karhutla sepanjang 2026. Tercatat ada 112 kejadian karhutla pada Januari hingga Agustus 2026, dengan total luasan terdampak sekitar 1.562,67 hektare. Enrekang menjadi wilayah dengan luasan terdampak terbesar mencapai sekitar 1.044,55 hektare dari 10 kejadian.

3. Api juga melahap Taman Nasional Way Kambas

Karhutla di Taman Nasional Way Kambas berhasil dipadamkan, Sabtu (22/8/2026). (Dok. Polda Lampung).

Karhutla juga melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Hingga 22 Agustus 2026, luas area yang terbakar dilaporkan mencapai sekitar 673,4 hektare. Lokasi kebakaran yang sulit dijangkau membuat penanganan membutuhkan dukungan operasi udara.

Setelah api berhasil dipadamkan pada 22 Agustus, petugas masih melakukan pembasahan dan pemantauan untuk memastikan bara di dalam semak maupun material kering tidak kembali memicu kebakaran.

4. Asap karhutla mulai terdeteksi melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia

ilustrasi asap karhutla (pexels.com/Alexander Popadin)

Dampak karhutla ini juga mulai dirasakan hingga lintas negara. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi pergerakan asap akibat karhutla telah terdeteksi melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia sejak 6 Agustus 2026.

Pemerintah kemudian menetapkan enam provinsi di Sumatra dan Kalimantan sebagai wilayah prioritas penanganan karhutla. BMKG juga memperkirakan fenomena El Niño dapat bertahan hingga awal 2027 sehingga kondisi lebih kering berpotensi berlangsung lebih lama.

5. Penanganan karhutla dilakukan melalui operasi darat hingga udara

Ilustrasi karhutla di Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pemerintah mengerahkan berbagai upaya untuk mengendalikan karhutla, mulai dari patroli darat, pemadaman langsung, pengerahan helikopter, hingga modifikasi cuaca.

Di Kalimantan Barat, pemerintah mengerahkan dukungan pesawat dan helikopter untuk melakukan operasi pemadaman. Teknologi modifikasi cuaca juga dilakukan untuk membantu meningkatkan curah hujan di wilayah terdampak.

Sementara di Kalimantan Selatan, operasi pemadaman karhutla di Kabupaten Banjar diperkuat dengan pasukan darat dan dukungan udara. Hingga 23 Agustus 2026, masih terdapat 44 titik panas yang terdeteksi di sejumlah wilayah Kalsel.

Curated For You

Editorial Team

Related Article