Dulu membayangkan koperasi mungkin identik dengan meja administrasi, buku anggota, dan catatan transaksi. Urusannya pun lekat dengan simpanan dan pinjaman.
Gambaran koperasi seperti itu memang masih bisa ditemui hingga kini. Namun, kemunculan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) membawa tantangan baru, yakni bagaimana koperasi tidak hanya menjadi tempat simpan-pinjam, tetapi juga mampu mengelola usaha, menghubungkan produk lokal dengan pasar, dan mengikuti perkembangan ekonomi digital.
Karena itu, ketika membahas KDMP, pertanyaannya bukan sekadar apakah koperasi masih menggunakan cara lama, melainkan seberapa jauh teknologi mulai mengubah cara koperasi desa menjalankan bisnisnya.
Pada era ekonomi digital, KDMP mulai diarahkan untuk memanfaatkan teknologi dalam tata kelola, pemasaran, hingga memperluas akses pasar. Lantas, apakah koperasi benar-benar sudah meninggalkan cara lama? Yuk, cek faktanya.
