Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mensos Gus Ipul Blak-blakan soal Desil Warga Tiba-tiba Berubah

Mensos Gus Ipul Blak-blakan soal Desil Warga Tiba-tiba Berubah
Menteri Sosial Syaifullah Yusuf di Kementerian Sosial, Rabu (2/9/2026)/IDN Times Dini Suciatiningrum
  • Mensos Saifullah Yusuf menyatakan perubahan desil warga, termasuk dari desil 1 ke tingkat lebih tinggi, belum final karena data sosial ekonomi masih dikonsolidasikan.
  • Sinkronisasi, validasi, dan verifikasi ulang dilakukan setelah masuknya data baru dari BKKBN, dengan target membuat data desil semakin akurat.
  • Masyarakat dapat mengoreksi ketidaksesuaian data melalui WA Center, Command Center, aplikasi Cek Bansos, atau pemerintah daerah; pemutakhiran berlangsung terus-menerus.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul blak-blakan tentang fenomena perubahan desil di masyarakat. Dia mengatakan, data desil bisa berubah, termasuk dari desil 1 menjadi desil yang lebih tinggi.

Gus Ipul mengatakan, perubahan desil saat ini belum bersifat final karena pemerintah masih melakukan konsolidasi data. Menurut dia, perubahan tersebut terjadi karena data sosial ekonomi masih dalam proses sinkronisasi, validasi, dan verifikasi.

"Ini masih dalam proses konsolidasi. Saya yakin data kita akan makin akurat. Kemarin itu ada data baru masuk dari BKKBN yang memerlukan semacam sinkronisasi, validasi, dan verifikasi ulang," ujar Gus Ipul di Gedung Kemensos, Rabu (2/9/2026).

  1. 1. Desil masih terus diperbarui

    Mensos Gus Ipul Blak-blakan soal Desil Warga Tiba-tiba Berubah
    Ilustrasi Pemutahiran DTSEN dan Desil/ IDN Times Dini Suciatiningrum

    Dia memastikan, data desil akan terus diperbarui sehingga perubahan yang terjadi di masyarakat dapat dikoreksi dan disesuaikan dengan kondisi terbaru.

    "Kalau ada sekarang ini mungkin perubahan-perubahan itu, perubahan-perubahan itu pasti akan dilakukan pemutakhiran dalam waktu cepat. Ya, sekarang sedang berproses, mudah-mudahan bisa segera kita lihat hasilnya," kata dia.

  2. 2. Masyarakat bisa koreksi data

    Aplikasi cek bansos kemensos
    Aplikasi cek bansos kemensos (cekbansoskemensosonline.com)

    Gus Ipul menambahkan, masyarakat juga dapat mengoreksi data apabila merasa terjadi ketidaksesuaian. Pemerintah menyediakan sejumlah saluran untuk menyampaikan koreksi, mulai dari WA Center, Command Center, aplikasi Cek Bansos, hingga pemerintah daerah.

    "Kepada seluruh masyarakat kami membuka partisipasi untuk bisa mengoreksi, untuk memperbaiki data-data ini dengan saluran-saluran yang sudah kita buat," ujar Gus Ipul.

  3. 3. Pemutakhiran data dilakukan secara terus-menerus

    ilustrasi cek bansos (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
    ilustrasi cek bansos (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

    Dia mengatakan, pemutakhiran data tidak hanya dilakukan secara berkala, tetapi terus berlangsung. Masyarakat juga diberikan ruang untuk berpartisipasi memperbaiki data apabila terdapat kekeliruan.

    "Setelah itu pemutakhiran dilakukan terus-menerus. Kepada seluruh masyarakat kami membuka partisipasi untuk bisa mengoreksi, untuk memperbaiki data-data ini dengan saluran-saluran yang sudah kita buat," ujar dia.

    Diberitakan, perubahan desil dialami lansia difabel Suwarno di Yogyakarta yang hidup sebatang kara menjadi sorotan setelah dicoret dari penerima bansos PKH dan tercatat masuk Desil 10 dalam DTSEN, meski ia mengaku tidak memiliki harta benda yang mencerminkan tingkat kesejahteraan tinggi.

    Sementara itu sebanyak enam mahasiswa penerima Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) tidak bisa melanjutkan kuliah karena perubahan desil.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More