Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ke Danau Toba, Famtrip Media India Eksplorasi Huta Sialangan dan Tomok
IDN Times/Kemenpar

Samosir, IDN Times – Peserta Famtrip Media India memaksimalkan kehadiran mereka di Destinasi Super Prioritas Danau Toba, Kamis (29/8), dengan langsung mengeksplorasi Huta Siallagan dan Desa Wisata Tomok.

Destinasi pertama yang dikunjungi ialah Huta Siallagan. Berada di Ambarita, Simanindo, Samosir, Huta Siallagan memiliki delapan rumah adat Batak. Para peserta pun melontarkan banyak pujian untuk destinasi ini.

“Danau Toba sangat khas dan berbeda dari destinasi lain. Budayanya luar biasa. Ada banyak experience di sini. Lebih menarik lagi, destinasi di sini memiliki story kuat. Pokoknya sangat senang berada di sini, apalagi ini kunjungan pertama ke Danau Toba. Sebelumnya saya pernah ke Bali,” ungkap Travelliker Wanderink Thommen Jose.

1. Peserta famtrip juga mengeksplorasi filosofi Jabu atau rumah khas Batak

IDN Times/Kemenpar

Mereka tak lupa mengabadikan detail Jabu atau rumah khas Batak melalui kameranya. Kawasan ini memiliki 7 rumah tinggal dan 1 museum. Di museum berisi koleksi Ulos, Peralatan Dapur Raja, hingga Tempat Tidur Raja. Jabu di sini terdiri dari Jabu Bona (Rumah Raja), Jabu Tapa Piring (Parsadaan), Jabu Suhat, dan Jabu Soding.

Peserta famtrip juga mengeksplorasi filosofi Jabu tersebut. Rumah adat Batak terdiri dari tiga bagian. Ada Banoa Torro di sisi bawah dengan warna hitam menjadi simbol kegelapan. Di atasnya ada Banoa Tengah yang menggambarkan kehidupan dunia dengan tanda warna merah. Adapun sisi atasnya ialah Banoa Ginjang yang menggambarkan nirwana dengan lambang putih.

“Danau Toba banyak memiliki konten menarik untuk dieksplorasi. Perpaduan alam dan budaya tersebut menjadi value menarik bagi setiap wisatawan. Menawarkan nuansa khas yang berbeda, Danau Toba ini akan direspons positif oleh pasar India. Pergerakan wisatawan India ke Danau Toba akan lebih optimal,” terang Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Kementerian Pariwisata Nia Niscaya.

2. Mengeksplorasi Jabu, peserta famtrip jadi mengenal sisi lain rumah adat Batak

IDN Times/Kemenpar

Peserta famtrip juga mengenal sisi lain rumah adat Batak. Ada atap Jabu berbentuk khas dengan ujung runcing seperti tanduk kerbau. Bagian tengahnya melengkung yang jadi representasi punggung kerbau. Bentuk tersebut ditampilkan agar Debata Mula Jadi Nabolon (Tuhan) mau singgah. Jabu juga unik karena dikaitkan dengan pasak sehingga diklaim jadi bangunan tahan gempa.

Pengetahuan peserta famtrip makin lengkap dengan konsep hukum yang berkembang di Huta Siallagan. Destinasi ini memiliki Kursi Batu Raja Siallagan yang  menggambarkan konsep pengadilan saat itu. Ada juga spot khusus untuk eksekusi hukuman. Simulasi rangkaian proses hukuman pun dilakukan peserta Famtrip Media India. Mereka pun berperan sebagai eksekutor bagi terhukum.

3. Danau Toba mengesankan bagi wisatawan India

IDN Times/Kemenpar

Trip di Huta Siallagan makin heboh. Sebab, masyarakat Huta Siallagan ternyata penyuka film dan lagu khas India. Mereka pun menyanyikan lagu-lagu India yang diambil dari film Hare Rama Hari Khrisna

Thommen Jose yang juga peserta famtrip meresponsnya dengan gerakan menari khas film-film India. Hasilnya, aksi bernyanyi dan menari duet ini diabadikan kamera oleh peserta famtrip lainnya.

“Danau Toba ini destinasi menarik dan ramah bagi market India. Masyarakat di sini selalu memberikan apresiasi terhadap produk budaya India. Kami jamin, wisatawan India yang berkunjung ke sini semakin nyaman. Sebab, alam dan budaya di Danau Toba sangat eksotis. Masyarakatnya ramah,” jelas Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran II Regional III Kementerian Pariwisata Sigit Wicaksono.

4. Para peserta famtrip dikenalkan berbagai sisi destinasi di Danau Toba

IDN Times/Kemenpar

Usai mengeksplorasi Huta Siallagan, peserta famtrip bergerak menuju Tomok memakai kapal charter. Spot pertama yang dieksplorasinya ialah Desa Wisata Tomok Persaoran, Simanindo, Samosir. Mereka menikmati Tari Sigale Gale dan Tortor Gondang Somba. Berikutnya, mereka pun ikut Manortor. Usai mengenakan aksesori adat lengkap dengan ulor, mereka menari Tortor Gondang Liat.

“Destinasi Danau Toba dikenalkan pada peserta famtrip dari berbagai sisi. Mereka sangat menikmati alam Danau Toba saat di kapal. Dengan mengeksplorasi destinasi, market India semakin mengenal lalu berkunjung ke Danau Toba,” kata Kabid Area I Regional III Kemenpar Pupung Thariq Fadhillah.

Masih dalam satu kawasan, peserta Famtrip Media India lalu bergeser ke Makam Raja Sidabutar. Kawasan makam ini berusia 460 tahun. Makamnya unik dengan pahatan kepala dan wajah sang raja. Menjadi penguasa Pulau Samosir, Raja Sidabutar terkenal dengan kesaktiannya. Di sini juga ada kisah cinta yang menarik. 

“Wisatawan India harus datang langsung untuk merasakan beragam sensasi Danau Toba. Kesemuanya menjadi paket menarik yang mengesankan. Secara umum, ada banyak destinasi yang bisa dieksplorasi. Semuanya berbeda dan memiliki karakter masing-masing,” tutur Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang juga menpar terbaik ASEAN itu.

Editorial Team

Related Article