Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Menlu RI-Malaysia Bahas Pendidikan Anak PMI hingga Perawat di JCBC-17

Menlu RI-Malaysia Bahas Pendidikan Anak PMI hingga Perawat di JCBC-17
Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Intinya Sih
  • Pertemuan JCBC ke-17 antara Indonesia dan Malaysia membahas perlindungan warga negara, termasuk akses pendidikan bagi anak-anak WNI di Malaysia serta peningkatan konektivitas antar masyarakat.
  • Pemerintah Malaysia menegaskan komitmen untuk menjamin hak pendidikan anak-anak pekerja migran Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat perlindungan sosial kedua negara.
  • Indonesia mengusulkan perluasan sektor kerja bagi tenaga kerja Indonesia, termasuk bidang perawat, yang dinilai positif oleh Malaysia karena dapat mendukung industri kesehatan dan hubungan bilateral.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perlindungan warga negara menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan Joint Commission for Bilateral Cooperation (JCBC) ke-17 antara Indonesia dan Malaysia di Jakarta, Kamis (4/6/2026).

Pembahasan tersebut mencakup akses pendidikan bagi anak-anak warga negara Indonesia di Malaysia hingga peluang perluasan sektor kerja bagi tenaga kerja Indonesia.

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan perlindungan warga negara menjadi salah satu agenda penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Selain itu, kedua negara juga membahas berbagai langkah untuk meningkatkan konektivitas dan kemudahan mobilitas masyarakat.

1. Pendidikan anak PMI jadi perhatian

Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan.
Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Menteri Luar Negeri Malaysia Mohamad Hasan menegaskan pemerintah Malaysia memandang pendidikan sebagai hak dasar yang harus dipenuhi. “Tentang kebajikan pelajaran rakyat Indonesia yang menyumbang kepada ekonomi Malaysia, bagi saya, bagi kami, hak untuk mendapatkan pendidikan adalah hak asasi manusia di bawah konvensi-konvensi internasional,” kata pria yang akrab disapa Tok Mat itu.

Menurut dia, isu tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas bersama Indonesia dalam pertemuan JCBC.

Malaysia juga menyatakan komitmen untuk terus memperhatikan akses pendidikan bagi warga negara Indonesia yang berada di negara tersebut. Pembahasan itu menjadi bagian dari upaya memperkuat perlindungan terhadap masyarakat kedua negara.

2. Indonesia dorong perluasan sektor kerja

Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan.
Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam pertemuan itu, Indonesia juga menyampaikan usulan terkait peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Malaysia. Tok Mat mengatakan, terdapat masukan dari Indonesia agar tenaga kerja Indonesia dapat bekerja di sektor yang lebih luas.

“Ada juga saranan daripada pihak Indonesia untuk kita pastikan supaya pekerja-pekerja ataupun tenaga kerja dari Indonesia itu diluaskan lagi daripada sektor-sektor yang sedia ada, terutamanya sektor perawat dan yang lain-lain,” ujarnya.

Menurut dia, usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut oleh kementerian terkait di Malaysia.

3. Dinilai baik bagi industri kesehatan Malaysia

Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan.
Pertemuan Joint Commision Bilateral Cooperation (JCBC) antara Menlu RI Sugiono dengan Menlu Malaysia Mohamad Hasan. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Tok Mat menjelaskan pembahasan mengenai tenaga perawat berada di luar kewenangan langsung kementerian luar negeri. “Itu akan kami bincangkan di peringkat kami karena dia di luar bidang kementerian luar, dia di bawah kementerian kesehatan,” katanya.

Meski demikian, ia memandang usulan tersebut sebagai hal yang positif. “Tetapi saya berkeyakinan bahwa itu satu cadangan yang baik untuk kita juga kebaikan kepada industri kesehatan Malaysia secara seluruhnya,” ujar Tok Mat.

Menurut dia, kerja sama di bidang ketenagakerjaan dapat menjadi salah satu cara memperkuat hubungan masyarakat kedua negara yang selama ini telah terjalin erat.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar

Related Articles

See More