Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Felia Salim Sebut Reformasi Indonesia Belum Selesai
Felia Salim dalam acara bedah buku “Kesaksian 60 Tahun Berkarya: Jejak Langkah Indonesia 1945-2026" di IDN Headquarter, Rabu (1/7/2026). (dok. IDN Times/Zahira Hilman)
  • Felia Salim menilai reformasi Indonesia belum sepenuhnya selesai meski telah membawa perubahan besar dalam sistem politik dan tata kelola pemerintahan sejak era reformasi.
  • Ia menyoroti reformasi hukum sebagai agenda yang masih belum tuntas, termasuk alokasi anggaran sektor hukum yang dinilai terlalu kecil untuk mendukung perbaikan sistem.
  • Felia juga membahas dinamika desentralisasi dan resentralisasi yang masih tarik-ulur serta pentingnya kepastian hukum dan konsistensi kebijakan demi menjaga kepercayaan publik dan investor.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Felia Salim ngomong kalau perubahan besar di Indonesia belum selesai. Dia bilang masih banyak yang harus dibenahi, terutama soal hukum. Katanya uang buat hukum masih kecil. Felia cerita ini waktu acara buku di Jakarta. Sekarang katanya Indonesia masih belajar biar pemerintah dan daerah bisa kerja bareng dengan baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Felia Salim menampilkan pandangan optimistis terhadap perjalanan reformasi Indonesia sebagai proses yang masih terus berkembang. Ia mengakui adanya pergeseran besar dalam tata kelola pemerintahan dan melihat dinamika desentralisasi serta resentralisasi sebagai tanda bahwa negara ini terus mencari keseimbangan terbaik dalam sistemnya, mencerminkan semangat pembaruan yang berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ekonom dan aktivis Indonesia, Felia Salim, menilai reformasi di Indonesia belum sepenuhnya selesai. Salah satu agenda yang dinilai masih belum tuntas adalah reformasi hukum. 

Pernyataan itu disampaikan Felia dalam agenda bedah buku karya Peter F. Gontha bertajuk Kesaksian 60 Tahun Berkarya: Jejak Langkah Indonesia 1945–2026, di IDN Headquarter, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

1. Felia nilai reformasi Indonesia belum sepenuhnya selesai

Dalam diskusi bedah buku itu, Felia menyoroti reformasi di Indonesia telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek. Menurut dia, reformasi juga menciptakan perubahan fundamental dalam tata kelola pemerintahan Indonesia. 

Ia menyebut, perubahan yang terjadi sejak era reformasi sebagai tectonic shift atau pergeseran besar dalam sistem politik dan pemerintahan. 

Namun, menurut Felia, perubahan besar tersebut bukan berarti seluruh agenda reformasi sudah selesai dijalankan. “Sekarang yang bilang bahwa kita gagal reformasi, i don’t think so, kita belum selesai aja,” kata Felia. 

Ia menilai, Indonesia masih berada dalam proses panjang untuk menyelesaikan berbagai agenda reformasi yang belum sepenuhnya tuntas.

2. Reformasi hukum dinilai masih belum beres

ilustrasi patung dewi justitia sebagai lambang penegakan hukum (pixels.com/dp singh bhullar)

Selain menyoroti reformasi secara umum, Felia juga menilai salah satu agenda yang hingga kini belum sepenuhnya tuntas adalah reformasi hukum. 

“Reformasi hukum memang belum beres, ya kan?” ujar Felia. 

Ia juga menyinggung alokasi anggaran untuk sektor hukum yang dinilai masih relatif kecil. 

“Reformasi hukum memang belum beres, coba kalau lihat di anggaran. Anggaran untuk urusan hukum kecil sekali alokasi budget-nya,” lanjut dia.

3. Felia soroti dinamika desentralisasi, resentralisasi, hingga kepercayaan publik

Felia Salim dalam acara bedah buku “Kesaksian 60 Tahun Berkarya: Jejak Langkah Indonesia 1945-2026" di IDN Headquarter, Rabu (1/7/2026). (dok. IDN Times/Zahira Hilman)

Lebih lanjut, Felia juga menyoroti dinamika desentralisasi dan resentralisasi yang menurut dia masih terus berlangsung di Indonesia. 

Kondisi tersebut ia yakini menunjukkan Indonesia yang masih berada dalam proses tarik-ulur untuk mencari keseimbangan tata kelola antara pemerintah pusat dan daerah. 

“Desentralisasi, resentralisasi ini semua tarik ulur-tarik ulur, so it's still a country in the making,” jelas Felia. 

Selain itu, Felia menilai, tantangan Indonesia ke depan juga berkaitan dengan kepastian hukum dan konsistensi kebijakan, terutama dalam menjaga kepercayaan publik maupun investor.

Editorial Team

Related Article