Penanganan Pascagempa, Mendagri Bersama Sejumlah Menteri ke NTT

- Mendagri Muhammad Tito Karnavian bersama sejumlah menteri meninjau langsung NTT setelah gempa bumi melanda sejumlah daerah.
- Pemerintah pusat dan pemda berkoordinasi menyiapkan dukungan anggaran, termasuk tambahan Transfer ke Daerah untuk NTT.
- Penanganan mencakup bantuan lintas kementerian/lembaga, pembersihan jalan nasional, serta penanganan jembatan yang putus.
Jakarta, IDN Times – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto, Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Mohammad Syafii, dan sejumlah pejabat lainnya meninjau langsung Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) malam.
Peninjauan tersebut merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan pascagempa bumi yang melanda sejumlah daerah di Provinsi NTT. Mendagri memastikan, berbagai dukungan dikerahkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mempercepat pemulihan wilayah.
1. Memastikan kesiapan dukungan anggaran daerah

Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) (16/8/2026)(dok. Basarnas) Guna merealisasikan percepatan tersebut, Mendagri mengatakan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah (pemda) terus berkoordinasi untuk memastikan kesiapan dukungan anggaran daerah dalam menangani kebutuhan akibat bencana. Dalam hal ini, Mendagri menyampaikan bahwa pemerintah telah memberikan tambahan Transfer ke Daerah (TKD) kepada seluruh daerah, termasuk pemerintah provinsi serta kabupaten/kota di NTT.
“Kemarin kan baru terima. Anggaran tanggal 5 Agustus itu ada tambahan TKD seluruh 546 daerah, sebanyak Rp18,9 triliun dan saya tahu bahwa di NTT juga ada tambahan baik untuk provinsi maupun untuk kabupaten dan kota, se-NTT,” ujar Mendagri kepada awak media usai mendarat di Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, NTT.
2. Libatkan jajaran terkait di bidang keuangan daerah

Pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) (16/8/2026)(dok. Basarnas) Untuk memastikan dukungan anggaran tersebut digunakan secara tepat, Mendagri menyampaikan, dirinya turut melibatkan jajaran terkait di bidang keuangan daerah. Dukungan anggaran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam menjalankan arahan Presiden secara terpadu. Penanganan gempa tidak hanya dilakukan melalui dukungan fiskal daerah, tetapi juga dengan pengerahan bantuan lintas kementerian/lembaga, mencakup kebutuhan logistik, kesehatan, energi, hingga pemulihan infrastruktur.
Sejalan dengan itu, pemerintah juga mempercepat pemulihan akses yang terdampak agar mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan dapat segera kembali berjalan. Sejumlah ruas jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan atau terputus menjadi perhatian untuk segera ditangani.
“Mulai tadi pagi sebenarnya kita sudah melakukan pembersihan jalan nasional dari material longsor. Sementara untuk jembatan yang putus, penanganannya akan mulai dikerjakan besok pagi,” imbuh dia.
3. Memastikan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan layanan yang dibutuhkan

Personel TNI ikut terlibat dalam tim SAR untuk mencari korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Dokumentasi Puspen TNI) Langkah percepatan tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera memperoleh bantuan dan layanan yang dibutuhkan.
Koordinasi antara pemerintah pusat, Pemda, dan kementerian/lembaga terus diperkuat agar penanganan di lapangan berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.















.png)
