Gempa NTT: Polri Kerahkan Tim SAR, 10 Anjing K9, dan Helikopter AW169

- Polri mengirim tim SAR, personel, 10 anjing K9, dan bantuan logistik ke Nusa Tenggara Timur.
- Bantuan mencakup peralatan pencarian, obat-obatan, tenda, makanan, Wi-Fi portable, serta tiga helikopter AW169.
- Data sementara mencatat 112 orang terdampak gempa bermagnitudo 7,7, dengan 48 orang meninggal dunia dan 64 orang terluka.
Jakarta, IDN Times - Polri kembali mengirim tim SAR, 10 anjing pelacak K9, personel, dan bantuan logistik untuk mempercepat pencarian serta penanganan korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemberangkatan dilakukan dari Bandar Udara Pondok Cabe Polri, Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026).
"Khusus untuk kompetensi SAR dari Direktorat Polisi Satwa, kami memberangkatkan 21 personel beserta 10 ekor anjing K9 yang memiliki kompetensi untuk melakukan pencarian korban," kata Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, di Tangerang Selatan, Minggu (16/8/2026).
1. Polri kerahkan tim SAR dan K9

Polri memberangkatkan tim SAR, 10 anjing K9, personel, dan bantuan logistik untuk menangani gempa NTT (Dok/Humas Polri) Polri sebelumnya telah memberangkatkan 137 dari rencana 260 personel pada Sabtu (15/8/2026) malam. Korps Brimob juga mengirim 101 personel, termasuk tenaga kesehatan lapangan, dokter, dan personel logistik.
Pada Minggu pagi, sebanyak 21 personel Direktorat Polisi Satwa juga kembali diberangkatkan bersama 10 anjing K9.
2. Bawa 2,5 ton bantuan logistik

Polri memberangkatkan tim SAR, 10 anjing K9, personel, dan bantuan logistik untuk menangani gempa NTT (Dok/Humas Polri) Tim SAR membawa peralatan pencarian korban dan bantuan logistik dengan total berat sekitar 2,5 ton. Bantuan tersebut meliputi obat-obatan, tenda lapangan, makanan, kebutuhan kelompok rentan, serta perlengkapan pendukung lainnya. Polri juga mengirim 10 unit Wi-Fi portable untuk membantu komunikasi di wilayah terdampak.
"Komunikasi menjadi sangat penting di sana. Ketika komunikasi dapat terjangkau, informasi mengenai kondisi di lapangan juga akan diperoleh dengan lebih cepat," kata Trunoyudo.
3. Ada tiga helikopter yang disiapkan

Gedung hancur akibat gempa Flores. (Dok Istimewa) Polri menyiapkan tiga helikopter AW169 untuk mendukung distribusi bantuan, terutama ke wilayah yang terisolasi atau sulit diakses. Tim awal memprioritaskan Kabupaten Sikka, Manggarai, dan Manggarai Timur, tetapi penanganan akan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan di lapangan.
"Namun, seperti yang saya sampaikan tadi, bantuan ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan. Data kebutuhan akan terus kami terima dan kemudian akan kami kirimkan kembali," ujar Trunoyudo.
Sebanyak 112 orang tercatat terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari jumlah tersebut, 48 orang meninggal dunia dan 64 lainnya mengalami luka berat maupun ringan.
Data tersebut merupakan hasil pendataan dan verifikasi sementara Tim SAR Gabungan hingga pukul 08.30 WITA, Minggu (16/8/2026). Jumlah korban masih dinamis seiring proses pencarian dan pendataan yang terus dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.
Memasuki hari kedua pelaksanaan Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Timur Laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian dan pertolongan bagi masyarakat terdampak.











.png)







