Ilustrasi pemilu (IDN Times/Agung Sedana)
Pinka mengatakan TMP ingin mengubah pandangan sebagian anak muda yang masih menganggap politik sebagai sesuatu yang kotor dan menakutkan.
Menurutnya, perubahan persepsi tersebut penting agar semakin banyak talenta muda Indonesia berani terlibat dan berkarya di bidang politik.
“Masih banyak anak muda mikir politik itu kotor dan nyeremin. Nah, ini yang mau kita ubah bareng-bareng,” kata Pinka yang juga anggota DPR RI Komisi XI Fraksi PDIP periode 2024-2029.
Pinka menjelaskan, TMP akan menjalankan program kerja melalui dua tahapan, yakni Pintu Masuk dan Pendalaman.
Tahap Pintu Masuk dirancang sebagai ruang bagi anak muda untuk mengenal politik dan PDIP, dengan suasana yang nyaman tanpa tekanan. Sementara tahap pendalaman ditujukan bagi anak muda yang sudah mulai tertarik untuk terlibat lebih jauh dalam proses kaderisasi.
Pada tahap kedua, TMP akan mendorong mereka untuk berkembang menjadi kader yang memiliki jiwa pelopor sesuai dengan arah kaderisasi partai.
“Caranya, kita jalan dua tahap. Pertama, Pintu Masuk — bikin ruang yang asik dan nyaman buat anak muda pertama kali mengenal politik. Kedua, pendalaman — begitu mereka udah nyaman, kita ajak lebih jauh, tumbuh jadi kader yang beneran punya jiwa pelopor. Dua tahap ini yang bakal jadi panduan kita bikin program dan kegiatan TMP lima tahun ke depan,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, TMP tidak hanya berupaya memperkenalkan politik kepada generasi muda, tetapi juga menyiapkan ruang bagi mereka yang ingin melanjutkan keterlibatan dalam organisasi dan politik.