Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
GEKRAFS Bidik Pasar ASEAN, Siapkan Jaringan Bisnis di Malaysia
Pelantikan DPLN GEKRAFS Malaysia, Senin (7/9/227)/ (dok GEKRAFS)
  • GEKRAFS melantik DPLN Malaysia pada 7 September 2026 untuk membuka akses pasar Malaysia dan ASEAN bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia.
  • DPLN Malaysia akan menjadi penghubung dan akselerator bisnis, menaungi 21 subsektor kreatif, sementara GEKRAFS menargetkan sekitar 20 DPLN di berbagai negara hingga akhir 2026.
  • KBRI Kuala Lumpur siap bersinergi mengidentifikasi peluang serta menindaklanjuti kerja sama, dengan diaspora Indonesia di Malaysia dipandang penting untuk membantu masuk pasar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menyiapkan jaringan bisnis di Malaysia untuk membuka akses pasar bagi pelaku ekonomi kreatif Indonesia. Langkah ini dilakukan melalui pembentukan Dewan Perwakilan Luar Negeri (DPLN) GEKRAFS Malaysia yang resmi dilantik pada 7 September 2026.

Keberadaan DPLN Malaysia diharapkan menjadi penghubung bagi pelaku usaha kreatif Indonesia yang ingin memperluas bisnis ke Malaysia dan kawasan ASEAN.

Ketua Umum DPP GEKRAFS, Kawendra Lukistian, mengatakan pembentukan DPLN di luar negeri merupakan bagian dari strategi memperluas jejaring internasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif Indonesia.

“GEKRAFS menyusun Asta Karya, delapan program strategis, untuk mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ujar Kawendra dalam keterangan, Minggu (13/9/2026).

1. Dorong pelaku usaha kreatif

Ilustrasi pelaku usaha halal Indonesia. (Dok. KPMI)

Menurut Kawendra, keberadaan DPLN Malaysia juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan pelaku usaha kreatif, membuka lapangan kerja, serta memperluas keberadaan produk dan karya kreatif Indonesia di pasar internasional.

Ketua Koordinator Luar Negeri DPP GEKRAFS, Osco Olfriady Letunggamu menilai, Malaysia memiliki posisi strategis untuk pengembangan ekonomi kreatif Indonesia karena kedekatan budaya dan karakter masyarakat kedua negara.

“Kita memiliki banyak kesamaan budaya dan perilaku masyarakat. Dengan hadirnya DPLN GEKRAFS Malaysia, kita dapat saling bertukar informasi dan peluang bisnis untuk meningkatkan perekonomian kedua negara,” kata Osco.

2. Penghubung bisnis antara pelaku usaha kreatif Indonesia dan Malaysia

Pelantikan DPLN GEKRAFS Malaysia, Senin (7/9/227)/ (dok GEKRAFS)

GEKRAFS menargetkan sekitar 20 DPLN hadir di berbagai negara hingga akhir 2026. Jaringan tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama internasional sekaligus membantu pelaku ekonomi kreatif Indonesia menjangkau pasar baru.

Di Malaysia, DPLN GEKRAFS akan menaungi 21 subsektor ekonomi kreatif, termasuk empat subsektor baru, yakni modifikasi otomotif, teknologi baru, konten digital, dan sulih suara

Ketua DPLN GEKRAFS Malaysia, Rika Amelia Rush mengatakan, pihaknya ingin menjadikan organisasi tersebut sebagai penghubung bisnis antara pelaku usaha kreatif Indonesia dan Malaysia.

“Kami bertekad menjadikan DPLN GEKRAFS Malaysia tidak hanya sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai akselerator bisnis yang nyata,” ujar Rika.

3. KBRI Kuala Lumpur akan mengidentifikasi peluang

Ilustrasi KBRI Kuala Lumpur (IDN Times/Santi Dewi)

Duta Besar RI untuk Malaysia, Raden Dato’ Mohammad Iman Hascarya Kusumo menyambut baik kehadiran DPLN GEKRAFS Malaysia. Ia mengatakan, KBRI Kuala Lumpur siap mendukung sinergi untuk mengidentifikasi peluang dan mendorong tindak lanjut kerja sama.

“KBR Kuala Lumpur hadir dan siap untuk terus bersinergi dengan GEKRAFS dalam mengidentifikasi peluang serta mendorong tindak lanjut kerja sama,” ujar Iman.

Iman juga menekankan pentingnya peran diaspora Indonesia di Malaysia sebagai penghubung bagi pelaku usaha yang ingin memasuki pasar Malaysia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article