Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PMI Bergerak di Tengah Rentetan Bencana, Salurkan 1 Juta Masker

PMI Bergerak di Tengah Rentetan Bencana, Salurkan 1 Juta Masker
PMI Salurkan Masker untuk Warga Terdampak Bencana Erupsi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAM). (Dok. PMI)
  • PMI menyalurkan satu juta masker untuk masyarakat di wilayah terdampak bencana beruntun di Indonesia.
  • Operasi kemanusiaan PMI di NTT masih berjalan untuk kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, sekolah, rumah sakit, dan kelas darurat.
  • PMI mengoperasikan lebih dari 100 mobil tangki air, sementara Prabowo menggelar rapat penanganan bencana secara daring.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Palang Merah Indonesia (PMI) menyalurkan bantuan berupa satu juta masker untuk masyarakat di wilayah terdampak bencana yang terjadi secara beruntun di sejumlah wilayah di Indonesia.

Ketua Umum PMI, Jusuf Kalla, mengatakan sejumlah bencana terjadi secara beruntun, mulai dari banjir dan bencana di Sumatra, kekeringan, gempa NTT, kebakaran hutan dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Negeri kita ini dari hari ke hari harus berusaha keras karena beberapa bencana yang timbul. Setelah Sumatra, kekeringan, NTT, kebakaran hutan, erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar Jusuf Kalla dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).

  1. 1. Bantuan PMI di NTT belum putus

    PMI Salurkan Masker untuk Warga Terdampak Bencana Erupsi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAM).
    PMI Salurkan Masker untuk Warga Terdampak Bencana Erupsi Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau (GAM). (Dok. PMI)

    Selain menyalurkan bantuan, PMI juga akan memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai langkah-langkah menghadapi dan mengurangi risiko bahaya akibat bencana.

    Di sisi lain, Jusuf Kalla menyampaikan, operasi kemanusiaan PMI di NTT masih terus berjalan. PMI saat ini fokus membantu kebutuhan dasar masyarakat terdampak, termasuk sektor pendidikan dan kesehatan.

    "Masih tetap operasional di NTT. Baik untuk sekolah, rumah sakit, menyiapkan kelas-kelas darurat," kata Wapres ke-10 dan 12 RI itu.

  2. 2. JK harap upaya penanganan bencana berjalan baik

    IMG_20260318_115123.jpg
    Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla usai menerima Duta Besar Iran di Markas PMI, Jakarta Selatan, Rabu (18/3/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Tahapan selanjutnya, lanjut JK, PMI akan membantu pemerintah dalam proses pemulihan dan rekonstruksi, terutama pembangunan kembali rumah warga serta fasilitas yang mengalami kerusakan akibat bencana.

    Untuk menghadapi ancaman kekeringan, PMI juga terus mengoperasikan lebih dari 100 unit mobil tangki air guna memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah daerah.

    "Kalau kekeringan, masih beroperasi lebih dari 100 mobil tangki untuk memenuhi kebutuhan air masyarakat, baik di Jawa, Sulawesi, NTT, dan NTB," ujar JK.

    JK berharap seluruh upaya penanganan bencana yang dilakukan PMI bersama pemerintah dan masyarakat berjalan baik, sehingga kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.

  3. 3. Prabowo sebut sejumlah bencana sering terjadi karena takdir

    Presiden Prabowo Subianto tiba di Rusia, Rabu (2/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden)
    Presiden Prabowo Subianto tiba di Rusia, Rabu (2/9/2026) (dok. Sekretariat Presiden)

    Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas mengenai penanganan bencana yang ada di Indonesia. Sejumlah bencana alam melanda Indonesia belakangan ini, mulai dari gempa bumi hingga erupsi gunung berapi. Rapat terbatas itu digelar secara daring dan disiarkan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/9/2026).

    "Terima kasih, saya mengundang kita rapat melalui vicon (video conference), ya, saya hanya ingin memonitor bagaimana perkembangan sekaligus mendengar situasi yang terkini. Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores, kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua," ujar Prabowo.

    Prabowo mengatakan, sejumlah bencana sering terjadi di Indonesia merupakan takdir. Sebab, Indonesia berada di wilayah cincin api atau Ring of Fire.

    "Ini, ya, adalah takdir kita, negara yang berada di lingkaran api, the Ring of Fire. Jadi, ini membawa kita untuk siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat. Berarti mungkin pelajaran juga bagi kita, bagi pemerintah yang saya pimpin," kata dia.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More