Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gempa M6,2 Halmahera Utara Dirasakan di 10 Daerah
Ilustrasi Gempa Bumi. (IDN Times/Anjani Asra)
  • Gempa tektonik M6,2 mengguncang Halmahera Utara pada Senin pukul 17.58 WIB; pembaruan BMKG mencatat magnitudo M5,9 dengan kedalaman 147 kilometer.
  • Episenter berada di laut, 50 kilometer timur laut Pulau Doi. Gempa menengah ini dipicu deformasi dalam Lempeng Laut Maluku dengan mekanisme sesar naik.
  • Guncangan terasa hingga 10 daerah, terkuat IV MMI di sejumlah wilayah Morotai dan Halmahera Utara. BMKG menyatakan tidak berpotensi tsunami maupun terdeteksi gempa susulan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gempa berkekuatan magnitudo M6,2 mengguncang wilayah Halmahera Utara, Maluku Utara, Senin (14/9/2026) pukul 17.58 WIB.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut episenter gempa terletak di koordinat 2,52° Lintang Utara; 128,17° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di laut 50 km timur laut Pulau Doi, Maluku Utara.

"Wilayah timur laut Pulau Doi, Halmahera Utara, Maluku Utara diguncang gempa bumi tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5,9 pada kedalaman 147 km," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, dalam keterangan tertulis.

"Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," sambung Wijayanto.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah, akibat akibat adanya aktivitas deformasi dalam Lempeng Laut Maluku.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault)," sebut dia.

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:

1. IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah) di Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai; Morotai Jaya, Pulau Morotai; Loloda Utara, Halmahera Utara; Kota Daruba; Kota Tobelo.

2. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu) di Kota Jailolo; Kota Ternate.

Hingga pukul 18.15.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).

"BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan, serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat," kata Wijayanto.

BMKG mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selain itu, menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.

Curated For You

Editorial Team

Related Article