Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Eks Pimpinan KPK era Taufiequrahman Ruki, Erry Riyana Hardjapamekas (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Jakarta, IDN Times - Gerakan Nurani Bangsa meminta agar penyelenggara Pemilu, TNI-Polri hingga Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk bersikap netral dalam Pemilu 2024. Hal tersebut merespons sinyal-sinyal ketidaknetaralan pemerintah dalam mendukung salah satu calon.

“Kami harapkan netralitas penyelenggara Pemilu aparat sipil negara, polisi, TNI dan semuanya termasuk Presiden,” kata eks pimpinan KPK era Taufiequrahman Ruki, Erry Riyana Hardjapamekas yang masuk dalam bagian Gerakan Nurani Bangsa di Gedung IDN Media HQ, Rabu (17/1/2024).

1. Gerakan Nurani Bangsa menyampaikan sinyal bahwa masyarakat mulai sadar

Gerakan Nurani Bangsa di Gedung IDN Media HQ (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Erry menjelaskan, Gerakan Nurani Bangsa ini hadir untuk menyampaikan ke penyelenggara negara bahwa Pemilu itu proses yang harus dilakukan secara netral, jujur, adil dan juga transparan. Oleh karena itu, mereka akan berkeliling untuk menyampaikan perhatian dan kepedulian untuk rakyat Indonesia.

“Ingin memberikan sinyal kepada semua pihak bahwa masyarakat mulai sadar dan berkepedulian sehingga mereka juga akan terlibat mengawasi,” kata Erry.

2. Gerakan Nurani Bangsa akan berusaha menemui Presiden

Gerakan Nurani Bangsa di Gedung IDN Media HQ (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Ia berharap, pemilu ini berjalan dengan damai tanpa penyimpangan pelanggaran dan konflik kepentingan. Oleh karena itu, Gerakan Nurani Bangsa juga akan menyampaikan perhatiannya langsung ke Presiden.

“Apabila jadwal presiden memungkinkan kami akan lakukan itu tapi kan waktunya mepet sekali tapi sekurang-kurangnya menemui pejabat langsung yang menangani ini,” imbuhnya.

3. Romo Magnis minta masyarakat menerima hasil Pemilu 2024

Ganjar Pranowo menemui Guru Besar Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara, Frans Magnis Suseno, pada Jumat (24/11/2023) (IDN Times/Istimewa)

Sementara itu, Guru Besar Filsafat Moral Romo Franz Magnis Suseno yang juga bagian dari Gerakan Nurani Bangsa mengimbau seluruh masyarakat untuk siap menerima apa pun hasil Pemilu 2024.

“Saya tentu mengharapkan bahwa kita bersedia menerima hasil pemilu itu apakah sesuai dengan pilihan kita atau tidak. Tetapi itu akan berhasil kalau kita semua yakin bahwa pemilihan itu jujur dan adil jadi kalau tidak dimanipulasi kalau tidak mencoba memenangkan salah satu pasangan, kalau sebaliknya ada kesan penguasa memakai kekuasaan untuk mati-matian memenangkan salah satu pasangan itu menimbulkan krisis karena dia tidak dapat dipercayai,” kata Romo dalam kesempatan yang sama.

Curated For You

Editorial Team

Related Article