Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman ketika memegang palu sidang. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
  • Gerindra membantah mengintervensi pengusutan dugaan penyalahgunaan narkotika tiga anggota DPRD Jawa Timur, serta menyatakan menghormati proses hukum kepolisian.
  • DPD Gerindra Jawa Timur merekomendasikan pemecatan tiga kader DPRD setelah pemeriksaan polisi menyatakan mereka terbukti mengonsumsi narkotika; rekomendasi dikirim ke mahkamah partai dan DPP.
  • Tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya dimutasi setelah penangkapan tersebut; Kapolrestabes menyebut ada dugaan pelanggaran SOP, sementara Habiburokhman menyinggung dugaan permintaan uang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
5 Oktober 2026

DPD Gerindra Jawa Timur mengajukan rekomendasi pemecatan bagi tiga anggota DPRD Fraksi Gerindra yang terbukti mengonsumsi narkotika. Berkas rekomendasi akan dikirim ke mahkamah partai dan DPP Gerindra.

3 November 2026

Habiburokhman menyatakan Gerindra tidak mengintervensi pengusutan kasus maupun mutasi anggota Polrestabes Surabaya. Ia menegaskan partainya menghormati proses hukum dan telah memecat ketiga legislator tersebut.

kini

Tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya telah dimutasi ke sejumlah satuan dan polsek. Mutasi dilakukan karena dugaan pelanggaran SOP dalam penanganan kasus.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Partai Gerindra membantah melakukan intervensi dalam pengusutan dugaan penyalahgunaan narkotika oleh tiga anggota DPRD Jawa Timur dari fraksinya. Tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya juga dimutasi terkait dugaan pelanggaran SOP.
  • Who?
    Habiburokhman, tiga anggota DPRD Jawa Timur kader Gerindra, DPD dan DPP Gerindra, serta tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya terlibat dalam perkembangan perkara ini.
  • Where?
    Pernyataan Habiburokhman disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat. Penangkapan, pemeriksaan, dan mutasi anggota kepolisian berkaitan dengan Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.
  • When?
    Habiburokhman menyampaikan keterangan pada Selasa, 3 November 2026. Rekomendasi pemecatan tiga anggota DPRD disampaikan Gerindra Jawa Timur pada 5 Oktober 2026.
  • Why?
    Tiga anggota DPRD direkomendasikan dipecat setelah pemeriksaan Polrestabes Surabaya menyatakan mereka terbukti mengonsumsi narkotika. Tujuh anggota kepolisian dimutasi karena dugaan pelanggaran SOP, termasuk dugaan permintaan uang.
  • How?
    Gerindra menyatakan menghormati proses hukum dan mengajukan rekomendasi pemecatan ke mahkamah partai serta DPP. Polisi menyita sabu bekas pakai, pil ekstasi, alat hisap, korek, dan bungkus rokok dari lokasi kejadian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Tiga anggota DPRD Jawa Timur dari Gerindra memakai narkoba. Partai Gerindra bilang tidak ikut campur saat polisi memeriksa kasus ini. Mereka sudah dipecat dari partai. Polisi juga memindahkan tujuh polisi karena diduga melanggar aturan dan meminta uang. Sekarang kasus narkoba itu masih diperiksa polisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penanganan perkara ini memperlihatkan adanya penegasan akuntabilitas di beberapa pihak: Gerindra menyatakan menghormati proses hukum dan merekomendasikan pemecatan kader yang terbukti memakai narkotika, sementara Polrestabes Surabaya menindak dugaan pelanggaran SOP melalui mutasi personel. Sikap tersebut menempatkan pelanggaran sebagai hal yang tidak diberi ruang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman, memastikan tidak ada cawe-cawe partainya terhadap pengusutan kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang menjerat tiga anggota DPRD Jawa Timur yang merupakan kader Partai Gerindra. Dia mengatakan, Partai Gerindra menghormati proses hukum yang berjalan di pihak kepolisian dan menegaskan bahwa Gerindra juga telah memecat mereka sebagai legislator.

"Sejak saat OTT (Operasi Tangkap Tangan) hingga saat ini, tidak pernah (ada) bentuk komunikasi berupa intervensi apa pun," kata Habiburokhman di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Selasa (3/11/2026).

Ketua Komisi III DPR itu mengatakan, tidak ikut intervensi soal mutasi sejumlah anggota Polrestabes Surabaya usai menggrebek tiga anggota DPRD itu. Dia mengatakan, anggota kepolisian itu dimutasi karena diduga meminta sejumlah uang kepada anggota DPRD yang tertangkap.

"Kalau gak salah Rp50 juta atau berapa begitu kan ya, minta uang. Tentu hal tersebut juga tidak bisa dibenarkan," ujar dia.

1. Mutasi anggota kepolisian merupakan murni kebijakan Polrestabes Surabaya

Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Hadi Ismanto. (IDN Times/Khusnul Hasana)

Habiburokhman mengatakan, kebijakan mutasi terhadap sejumlah anggota kepolisian tersebut merupakan penindakan dan kebijakan Polrestabes Surabaya lantaran ditemukan pelanggaran tanpa intervensi Gerindra.

Di sisi lain, dia juga memastikan Gerindra sudah memberikan penindakan tegas kepada para tiga anggota DPRD itu.

"Kami saling menghormati dan tentu tidak akan mengintervensi apa pun," kata dia.

Kepala Polrestabes Surabaya, Komisaris Besar Polisi, Luthfie Sulistiawan, pun menjelaskan alasan mutasi tujuh anggota Satresnarkoba ke jajaran kepolisian sektor karena adanya dugaan pelanggaran standar operasional prosedur (SOP).

2. Ketiga kader Gerindra dipecat karena terbukti mengonsumsi narkotika

Ilustrasi Narkotika. (IDN Times/Mardya Shakti)

Rekomendasi pemecatan terhadap tiga anggota DPRD tersebut diajukan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Jawa Timur. Berdasarkan pemeriksaan di Polrestabes Surabaya, tiga anggota DPRD itu terbukti mengonsumsi narkotika.

"Rekomendasi kami adalah pemecatan untuk tiga Anggota DPRD Fraksi Gerindra yang memakai narkoba," ungkap Sekretaris Gerindra Jatim, Kharisma Febriansyah ujar Senin, 5 Oktober 2026 lalu.

Berkas rekomendasi sanksi pemecatan itu, kata Kharisma, akan segera dikirim ke mahkamah partai dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerindra. Dia menegaskan, partai tidak memberi ruang bagi kader yang terjerat tindak pidana karena hal itu melanggar asas konstitusi partai.

"Rekomendasi pemecatan akan segera dikirim. Penyalahgunaan narkoba jenis apapun, itu merupakan pelanggaran berat di partai," tutur dia.

Sementara dari tempat kejadian perkara, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa satu plastik sabu bekas pakai, dua butir pil ekstasi warna kuning, alat hisap, korek, serta satu bungkus rokok bekas yang digunakan untuk menyimpan sabu.

3. Tujuh anggota Polrestabes Surabaya mendadak dimutasi

Ilustrasi Polisi. (IDN Times/Anjani Asra)

Sebelumnya, tujuh anggota Satresnarkoba Polrestabes Surabaya mendadak dimutasi tak lama setelah menangkap tiga anggota DPRD dari Partai Gerindra saat pesta narkoba. Dari jajaran perwira, Iptu Kevin Asshabul Kahfi yang sebelumnya menjabat Kanit 1 kini digeser menjadi Kanit Reskrim Polsek Gubeng Iptu Aan Dwi Satriyo Yudho dipindah dari posisinya sebagai Kasubnit 1 Unit 1 menjadi Ps Kaur Subbagbinkar SDM Polrestabes Surabaya.

Sementara itu, Ipda Andri Kiki yang sebelumnya menjabat Kasubnit kini menjadi Ps Kanit Reskrim Polsek Tambaksari.

Mutasi juga menyasar jajaran bintara yang ikut terjun langsung dalam penangkapan tiga anggtoa DPRD dari Gerindra tersebut. Mereka yakni Aiptu Sri Ismanto dan Aiptu Anton Yuniarso dipindah tugas ke Polsek Tegalsari, Aipda Rico Pramana digeser ke Polsek Tambaksari, dan Bripka Rangga Pinileh dimutasi ke Polsek Genteng.

Curated For You

Editorial Team

Related Article