Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka lapor ke Presiden Prabowo Subianto, usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20, di Afrika Selatan (Instagram/@sekretariat.kabinet)
Prabowo menggelar sidang kabinet paripurna (SKP) yang dihadiri menteri, wakil menteri, kepala lembaga, hingga para penasihat ataupun utusan khusus presiden di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Dalam sidang tersebut, meja Prabowo ditempatkan di bagian tengah menghadap seluruh anggota kabinet, yang duduk dengan formasi huruf U. Posisi duduk itu menjadi sorotan karena Gibran tidak duduk di samping Prabowo, melainkan berada di jajaran menteri. Berbeda dengan sidang kabinet sebelumnya, posisi Gibran sejajar dengan Prabowo.
Mensesneg Prasetyo Hadi mengatakan, SKP semester I-2026 dijadikan kesempatan oleh Presiden untuk memberikan evaluasi dan arahan secara langsung kepada seluruh anggota kabinet. Pada kesempatan itu, Prabowo memerlukan bantuan teleprompter.
"Nah, di situ karena beliau ingin menjelaskan banyak sekali program, maka kemarin kalau Saudara-saudara perhatikan karena banyaknya program itu juga harus diikuti atau didukung dengan data-data, maka kemarin beliau kan menggunakan alat bantu namanya teleprompter," imbuh dia.
Pras menjelaskan keperluan teknis itu menjadi alasan perubahan tata letak meja Prabowo dan Gibran. Dia menegaskan tidak ada kepentingan lain yang perlu dikhawatirkan publik.
"Nah, itulah yang kemudian menjawab pertanyaan yang secara layout, kalau Saudara-saudara kemarin perhatikan adalah Bapak Presiden berada di tengah-tengah. Dan kalau yang dipertanyakan adalah posisi dari Bapak Wakil Presiden, kalau menurut kami ini hanya masalah kebutuhan teknis semata, tidak ada hal-hal lain yang mungkin perlu dikhawatirkan," katanya.