Setelah 40 Tahun, Trump Buka Jalan Penerbangan Langsung AS-Lebanon

- Presiden AS Donald Trump menginstruksikan pembukaan kembali rute penerbangan langsung ke Lebanon setelah 40 tahun larangan berlaku sejak insiden pembajakan pesawat TWA Flight 847 pada 1985.
- FAA menyatakan siap menindaklanjuti arahan tersebut dengan bekerja sama bersama maskapai dan instansi terkait untuk memastikan keamanan sebelum penerbangan ke Beirut benar-benar dibuka kembali.
- Pemerintah AS tetap mempertahankan peringatan Do Not Travel ke Lebanon karena situasi keamanan di Timur Tengah, meski peluang penerbangan langsung mulai terbuka.
Jakarta, IDN Times – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan pemerintahannya untuk mengizinkan seluruh maskapai penerbangan domestik AS kembali membuka rute langsung ke Lebanon.
Instruksi itu disampaikan Trump usai menggelar pertemuan dengan Presiden Lebanon Joseph Aoun di Gedung Putih, Rabu (22/7/2026).
Kebijakan tersebut membuka peluang berakhirnya larangan penerbangan langsung AS ke Lebanon yang telah berlaku selama lebih dari empat dekade.
Meski demikian, penerbangan belum bisa langsung beroperasi karena pemerintah AS masih harus menyelesaikan proses peninjauan keamanan terhadap Bandara Internasional Beirut.
1. Larangan berlaku sejak pembajakan pesawat 1985

Penerbangan langsung maskapai AS ke Lebanon dihentikan sejak 1985 setelah pembajakan pesawat TWA Flight 847. Pesawat yang terbang dari Athena menuju Roma itu dipaksa mendarat di Beirut dan disandera selama 17 hari.
Dalam insiden tersebut, seorang penyelam Angkatan Laut Amerika Serikat tewas.
Sebelum penerbangan kembali dibuka, otoritas AS harus memastikan standar keamanan bandara di Beirut memenuhi persyaratan.
2. FAA siapkan implementasi arahan Trump

Federal Aviation Administration (FAA) menyatakan siap menindaklanjuti arahan Presiden Trump. Lembaga tersebut mengatakan akan bekerja sama dengan maskapai penerbangan serta instansi terkait untuk mendukung kembalinya layanan penerbangan ke Lebanon.
“FAA menantikan kerja sama dengan maskapai penerbangan dan mitra antarlembaga untuk melaksanakan arahan Presiden serta mendukung kembalinya penerbangan ke Lebanon secara aman,” demikian pernyataan FAA, dikutip dari France24.
Hingga kini belum diketahui apakah maskapai-maskapai besar AS akan kembali membuka rute ke Beirut setelah proses keamanan selesai.
3. Peringatan perjalanan masih berlaku

Meski membuka peluang penerbangan langsung, pemerintah AS masih mempertahankan peringatan Do Not Travelbagi warganya yang hendak bepergian ke Lebanon.
Departemen Luar Negeri AS menyebut tingginya ketegangan di Timur Tengah sebagai alasan utama larangan tersebut.
Pada Februari lalu, pemerintah AS juga memerintahkan pegawai pemerintah non-esensial beserta keluarganya meninggalkan Lebanon karena alasan keamanan. Sejumlah maskapai besar AS, termasuk American Airlines, United Airlines, dan Delta Air Lines, juga masih menghentikan penerbangan ke Tel Aviv, Israel, akibat situasi keamanan di kawasan.

















