Kala Prabowo dan Gibran Tak Duduk Sejajar di Sidang Kabinet Juli 2026

- Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada 20 Juli 2026, dengan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka berbeda dari biasanya.
- Berbeda dengan sidang sebelumnya pada Maret 2026, kali ini Gibran tidak duduk sejajar maupun ikut menyalami anggota kabinet bersama Prabowo.
- Dalam sidang tersebut, Prabowo menekankan evaluasi program kerja dua tahun pemerintahan yang dinilai berjalan cepat dan penuh tantangan global.
Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. Dalam Sidang Kabinet Paripurna kala itu, ada hal berbeda.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tak duduk sejajar di samping Prabowo. Gibran duduk berada di sudut kanan, dekat dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
1. Prabowo dan Gibran berjalan bersama masuk ruang sidang kabinet

Mulanya, Prabowo bersama Gibran masuk ruang Sidang Kabinet Paripurna berjalan beriringan. Gibran kemudian langsung menempati dan berdiri di dekat meja Airlangga.
Sementara, Prabowo menyalami anggota Kabinet Merah Putih yang sudah hadir. Di momen ini, Gibran juga biasanya ikut menyalami bersama Prabowo.
Namun, pada momen itu Gibran tak ikut bersalaman dengan anggota Kabinet Merah Putih.
2. Pada Sidang Kabinet 13 Maret, Prabowo dan Gibran duduk sejajar

Berbeda saat Sidang Kabinet Merah Putih pada 13 Maret 2026, Prabowo dan Gibran masih duduk sejajar. Gibran juga saat itu ikut bersama Prabowo menyalami anggota Kabinet Merah Putih.
Setelah itu, Prabowo dan Gibran duduk berdampingan di depan anggota Kabinet Merah Putih.
IDN Times sudah mengonfirmasi ke protokoler Istana terkait tata letak duduk Sidang Kabinet pada 20 Juli 2026. Namun, belum mendapat respons.
3. Prabowo ingin evaluasi program

Dalam Sidang Kabinet Paripurna pada 20 Juli 2026, Prabowo ingin mengevaluasi program kerja yang sudah dilakukan. Sebab, hampir dua tahun pemerintahannya sudah berjalan.
“Tentunya kita laksanakan kabinet paripurna ini untuk kita evaluasi apa yang sudah kita kerjakan, dan saudara-saudara, saya kira tidak hanya saudara-saudara tapi saya sendiri, di tahun-tahun ini menjelang kita dua tahun kita telah bekerja dengan sangat keras dan sangat padat dan sangat cepat,” ujar dia.
Prabowo menyebut, kabinetnya sudah bekerja dengan keras dalam menjalankan program kerja pemerintah. Meski demikian, kata Presiden, terkadang tidak sadar waktu juga ikut berjalan cepat.
“Kadang-kadang dengan kita bekerja sangat keras, dengan kita bekerja sangat padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita. Karena kita menghadapi masalah yang sangat besar, kita menghadapi dunia yang penuh pergolakan dan juga kita menghadapi kenyataan-kenyataan pahit yang harus kita akui merupakan tantangan kita bersama,” ucap Prabowo.
















