Jakarta, IDN Times - DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya membenarkan kehadiran ketua umumnya, Rosario de Marshal alias Hercules dalam aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Namun, GRIB Jaya menegaskan, kehadiran Hercules untuk membantu menjaga keamanan di Jakarta agar tetap kondusif pada hari itu.
Wilson Colling dari Divisi Hukum DPP GRIB Jaya menyampaikan, kehadiran Hercules bersama masyarakat di lokasi pada malam setelah peristiwa aksi demonstrasi di gedung DPR perlu dilihat secara utuh dalam konteks situasi keamanan dan kondisi lingkungan pada saat itu.
"Keberadaan tersebut bukan dimaksudkan untuk melakukan provokasi, memperkeruh keadaan, ataupun terlibat dalam benturan fisik. Sebaliknya, kehadiran di lapangan merupakan bagian dari upaya persuasif untuk memantau situasi, membantu menjaga keamanan, serta mendorong agar kondisi lingkungan tetap kondusif," kata Wilson kepada IDN Times melalui keterangan tertulis, Minggu (30/8/2026).
GRIB Jaya menegaskan, kehadiran Hercules pada prinsipnya diarahkan untuk membantu pihak keamanan menjaga ketertiban dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan. Oleh karena itu, tidak tepat apabila keberadaan seseorang di lokasi secara serta-merta ditafsirkan sebagai bukti keterlibatan dalam tindakan kekerasan atau kerusuhan.
Wilson mengatakan, kegiatan penyampaian pendapat yang berlangsung pada siang hari telah selesai. Adapun, situasi yang berkembang pada malam hari perlu dilihat sebagai peristiwa tersendiri dan tidak dapat serta-merta disamakan dengan kegiatan demonstrasi sebelumnya.
"Kehadiran seseorang di suatu lokasi tidak dengan sendirinya membuktikan keterlibatan orang tersebut dalam kerusuhan atau tindak pidana. Keterlibatan seseorang harus dibuktikan berdasarkan perbuatan konkret, alat bukti yang sah, serta proses hukum yang objektif dan berkeadilan," kata dia.
Kerusuhan yang terjadi buntut aksi demonstrasi menuntut pengesahan RUU Perampasan Aset di sekitar DPR menelan korban jiwa. Bambang Setiyawan (59), warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Jakarta Pusat. Dia tewas setelah terseret dalam kericuhan di kawasan tersebut.
Detik-detik Bambang dianiaya sejumlah orang tidak dikenal viral di media sosial. Dalam video yang beredar, Bambang terlihat diseret beberapa orang ke tengah jalan. Dia kemudian tergeletak tak sadarkan diri setelah dipukuli.
Keesokan harinya, bendera kuning terpasang di rumah Bambang di Tanah Abang, kawasan Bendungan Hilir. Jenazah Bambang berada di dalam keranda yang ditutup kain hitam. Sejumlah warga tampak berdatangan untuk mendoakan almarhum.
Adapun, di media sosial, warganet ramai-ramai menyeret organisasi GRIB Jaya sebagai kelompok yang berhadapan langsung dengan warga di sekitar Pejompongan, Jakarta Pusat, saat terjadi kerusuhan dalam peristiwa malam itu.
