Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Halte Rasuna Said Dikritik, Atap Transparan Estetik tapi Penumpang Dijemur
Halte Rasuna Said disorot warganet, Kamis (20/8/2026) (IDN Times/Dini Suciatiningrum)
  • Halte Non-BRT Rasuna Said dikritik karena atap transparannya membuat penumpang terkena terik matahari langsung saat menunggu TransJakarta pada siang hari.
  • Pengalaman di lokasi menunjukkan area halte terasa panas meski terlindung hujan, sementara bus rute 6K memiliki waktu tunggu hampir 30 menit.
  • Gubernur Pramono Anung menyebut pemasangan AC di seluruh halte membebani anggaran dan berjanji membenahi atap halte yang belum selesai dengan baik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Halte Rasuna Said punya atap bening. Saat siang, matahari masuk dan orang yang tunggu bus jadi kepanasan seperti dijemur. Bus rute 6K datang sekitar 30 menit sekali. Gubernur Pramono Anung bilang Jakarta memang panas dan pasang AC di semua halte mahal. Ia bilang atap halte yang belum bagus akan diperbaiki.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Halte Non BRT Rasuna Said jadi sorotan di media sosial karena atapnya yang transparan membuat pengguna merasakan terik matahari yang langsung menembus atap halte saat menunggu TransJakarta di siang hari.

Sejumlah warganet menilai fasilitas transportasi publik seharusnya tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memberikan rasa nyaman bagi warga yang menunggu bus.

"Beneran nanya: ini halte2 di rasuna tu dah jadi belum si? Idenya siapa ya atepnya transparan gini? Panas weey kalo siang," tulis akun Threads @thxxx.

"Mementingkan estetika doang padahal tau negara ini tropis dan panasss,” balas warganet lainnya

1. Penumpang berasa dijemur

Halte Rasuna Said tuai sorotan (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

IDN Times mencoba halte di Rasuna Said. Saat menunggu di halte, terik matahari langsung menembus di area halte seperti dijemur di tengah matahari terlebih tidak ada pohon besar di sekitar halte.

Meski terlindung dari hujan, area di bawah halte yang estetik ini terasa cukup panas saat siang hari. Apalagi headway atau waktu menunggu bus Rute 6K hampir 30 menit sekali.

2. Pemprov DKI tak mungkin pasang AC

Gubernur DKI Pramono Anung melepas bantuan ke NTT di Balai Kota, Kamis (20/8/2026)/ IDN Times Dini Suciatiningrum

Saat dikonfirmasi, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kondisi Jakarta menang saat ini sedang panas apalagi musim kemarau. Pemasangan AC di seluruh halte bukan solusi yang mudah karena akan membebani anggaran Pemprov DKI Jakarta.

“Sekarang ini Jakarta juga lagi panas. Lalu kemudian seluruh halte harus dipasangin AC. Tentunya ini akan memberatkan bagi Pemerintah DKI Jakarta,” ujar Pramono.

3. Janji akan benahi

Ilustrasi Halte Transjakarta Bundaran HI (Dok. Istimewa)

Pramono mengatakan, halte yang dikerjasamakan dengan pemegang naming rights diminta memiliki atap. Ia mengakui masih ada halte yang fasilitas atapnya belum sepenuhnya selesai dan akan dibenahi.

“Yang kemarin belum semuanya memang selesai memberikan atap dengan baik. Dan itu nanti akan kami benahi,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article