Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hampir 100 RS Terdampak Bencana Sumatra, Pemerintah Anggarkan Rp158 M

3 min read
Hampir 100 RS Terdampak Bencana Sumatra, Pemerintah Anggarkan Rp158 M
Kemenkes Rapat Koordinasi Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatra, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)
  • Hampir 100 rumah sakit di tiga provinsi Sumatra terdampak bencana, beberapa sempat berhenti beroperasi sehingga pemulihan layanan darurat menjadi prioritas pemerintah.

  • Seluruh rumah sakit terdampak kembali beroperasi dalam satu bulan, sedangkan puskesmas dipulihkan sekitar 2,5 bulan agar layanan dasar seperti imunisasi dan pemeriksaan tetap berjalan.

  • Kemenkes mengalokasikan sekitar Rp158 miliar untuk rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk enam pustu di Sumatra Utara yang perlu dibangun ulang; sebagian proyek fisik diperkirakan selesai 2027.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan hampir 100 rumah sakit terdampak bencana di wilayah Sumatra.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mengoordinasikan pemulihan berbagai infrastruktur dan layanan publik, termasuk fasilitas kesehatan.

Dalam keterangannya, Budi menjelaskan pemulihan dilakukan secara bertahap, mulai dari rumah sakit hingga fasilitas kesehatan tingkat pertama. Meski sejumlah bangunan masih membutuhkan perbaikan, pemerintah berupaya memastikan layanan kesehatan esensial tetap berjalan.

  1. 1. Hampir 100 rumah sakit terdampak bencana

    Menkes Budi Gunadi Sadikin
    Menkes Budi Gunadi Sadikin (IDN Times/Siti Fatimah)

    Budi mengatakan kerusakan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak cukup parah. Berdasarkan hasil peninjauan langsung, hampir 100 rumah sakit masuk dalam daftar fasilitas yang terdampak bencana.

    Sebagian rumah sakit bahkan sempat berhenti beroperasi akibat kerusakan yang ditimbulkan. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena masyarakat tetap membutuhkan layanan kesehatan, terlebih ketika berada dalam situasi darurat.

    "Kita list hampir 100 rumah sakit yang terdampak," ujar Budi dalam Rapat Koordinasi Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatra, Kamis (15/10/2026).

    Menurutnya, layanan rumah sakit tidak boleh terhenti karena terdapat kondisi medis yang membutuhkan penanganan segera, seperti pasien gawat darurat dan ibu yang hendak melahirkan.

  2. 2. Seluruh rumah sakit kembali beroperasi dalam satu bulan

    Kasus Yurizal: Bukan Sekadar Soal Empati, tapi Soal Hukum
    ilustrasi kamr rumah sakit. ( pexel.com / pixabay )

    Budi menyebut seluruh rumah sakit di tiga provinsi terdampak telah kembali beroperasi dalam waktu satu bulan.

    Meski belum seluruhnya pulih secara maksimal, rumah sakit setidaknya sudah bisa melayani kebutuhan kesehatan yang paling mendesak.

    "Jadi kita bergerak cepat, dan alhamdulillah rumah sakit kita bisa operasikan kembali semuanya dalam waktu satu bulan," katanya.

    Ia menegaskan, pemulihan operasional menjadi prioritas agar pasien tetap memperoleh penanganan medis tanpa harus menunggu seluruh proses perbaikan bangunan selesai.

  3. 3. Puskesmas kembali beroperasi dalam 2,5 bulan

    Ilustrasi Puskesmas
    Ilustrasi Puskesmas (IDN Times/Hilma Maulida Safira)

    Budi mengatakan fasilitas puskesmas yang terdampak berhasil dioperasikan kembali dalam waktu sekitar 2,5 bulan.

    Keberadaan puskesmas dibutuhkan agar seluruh kebutuhan kesehatan masyarakat tidak terpusat di rumah sakit. Pelayanan seperti imunisasi dan pemeriksaan kesehatan tetap bisa dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama tersebut.

    "Untuk mencari, jangan semua orang masuk rumah sakit, tapi penuh sekali rumah sakit. Dan beberapa kegiatan seperti imunisasi, cek kesehatan, itu tetap bisa dijalankan di puskesmas," ujarnya.

  4. 4. Enam puskesmas pembantu di Sumut perlu dibangun ulang

    Ilustrasi rumah sakit (unsplash.com/ SJ Objio)
    Ilustrasi rumah sakit (unsplash.com/ SJ Objio)

    Budi mengatakan terdapat sekitar 2.000 puskesmas pembantu (pustu) yang terdampak dan menjadi bagian dari tahapan pemulihan berikutnya.

    Sejumlah fasilitas mengalami kerusakan berat, bahkan ada bangunan yang hanyut karena berada di tepi sungai. Untuk kondisi tersebut, renovasi biasa dinilai tidak cukup sehingga diperlukan pembangunan ulang.

    Menurutnya, enam pustu di Sumatra Utara perlu dibangun kembali atau menjalani renovasi menyeluruh.

    "Sehingga ada enam di Provinsi Sumatra Utara yang harus benar-benar dibangun kembali," katanya.

    Ia menambahkan, sejumlah fasilitas yang rusak berat bahkan membutuhkan lahan baru karena bangunan sebelumnya sudah tidak dapat digunakan.

  5. 5. Kemenkes siapkan Rp158 miliar untuk perbaiki fasilitas kesehatan

    Kemenkes Rapat Koordinasi Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatra, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)
    Kemenkes Rapat Koordinasi Satgas PRR Pascabencana Alam Sumatra, Kamis (15/10/2026). (IDN Times/Cantika Lutfiah)

    Budi menyebut Kemenkes telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp158 miliar untuk kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi. Dia menargetkan penyelesaian pekerjaan akan diusahakan pada Desember 2026.

    "Kementerian Kesehatan, September ya Pak, ini sudah turun Rp157,88 M, yang Rp158 miliar. Dan ini akan kita usahakan, Desember ini selesai semua," ujar Budi.

    Sementara itu, sebagian pembangunan fisik yang ditangani Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih membutuhkan waktu lebih lama. Budi menyebut beberapa pekerjaan diperkirakan baru selesai pada 2027.

    Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah dan tenaga kesehatan yang tetap melayani masyarakat meskipun turut mengalami dampak bencana.

    "Saya juga terima kasih ke seluruh kepala daerah, yang saya tahu hidupnya sangat susah, tapi sudah terus bekerja untuk mengembalikan kesehatan masyarakat," katanya.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More