Jakarta, IDN Times - Sudah hampir dua bulan Aceh dihantam banjir dan tanah longsor, namun masih ada 24 desa di bumi Serambi Mekkah yang terisolir dan sulit dijangkau. Pemerintah pun masih terus berupaya memulihkan akses jalur darat ke puluhan desa tersebut.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah, wilayah yang masih terisolir tersebar di lima kecamatan, yakni Kecamatan Bintang, Ketol, Silih Nara, Rusip Antara, dan Linge.
"Total penduduk yang terdampak mencapai 10.914 jiwa," ujar Juru Bicara Posko Penanganan Bencana Banjir dan Longsor di Aceh, Murthalamuddin dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).
Ia merinci, di Kecamatan Bintang terdapat satu desa yang masih terisolir, yakni Desa Serule dengan jumlah penduduk terdampak sebanyak 582 jiwa. Muthalamuddin mengatakan, akses menuju ke desa tersebut belum dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat akibat timbunan longsor pada badan jalan.
Di Kecamatan Ketol, desa yang terisolir lebih banyak. Desa-desa yang terdampak, meliputi Bergang, Karang Ampar, Pantan Reduk, Serempah, Bah, Bintang Pepara, Buge Ara, Kekuyang dan Burlah. Total penduduk yang terdampak akibat terisolir mencapai 4.951 jiwa. Wilayah tersebut terisolir karena terputusnya jembatan serta longsor yang menutup badan jalan.
"Sebagian desa sudah mulai bisa dilalui oleh kendaraan roda dua seperti Desa Serempah dan Bah. Namun, akses roda empat masih belum dapat melintas," katanya.
