Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo mengklaim, pemerintah tidak akan memperluas atau membuka lahan sawah baru di kawasan hutan. Keputusan itu didasari oleh realisasi cadangan beras nasional yang melonjak tajam.
Hal itu disampaikan Hashim setelah pertemuan koordinasi tingkat menteri dalam rangka persiapan delegasi Republik Indonesia pada Conference of the Parties (COP) 31 di Jakarta, Senin (12/10/2026).
“Program yang dulu ditetapkan pemerintah, yaitu pembukaan hutan bisa sampai 2 juta hektare dan lebih atau kurang, itu tidak perlu lagi. Perluasan hutan, perluasan sawah tidak diperlukan lagi. Karena lahan sawah yang sedang dipakai sudah cukup mencukupi kebutuhan swasembada pangan kita,” kata Hashim.
