Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

CEK FAKTA: Prabowo Klaim Sudah Swasembada Pangan, Lebih Cepat dari Target

CEK FAKTA: Prabowo Klaim Sudah Swasembada Pangan, Lebih Cepat dari Target
Presiden RI, Prabowo Subianto memberikan pidato dalam dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD 2026 di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (14/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo mengklaim Indonesia mencapai swasembada pangan dalam setahun, lebih cepat dari target awal empat tahun, saat pidato di Sidang Tahunan MPR dan sidang bersama DPR-DPD.

  • Bapanas menyatakan swasembada mengacu standar FAO, yakni mayoritas kebutuhan pangan dipenuhi produksi domestik; impor maksimal 10 persen masih masuk kategori tersebut.

  • Delapan dari 11 komoditas pangan strategis disebut sudah swasembada, sementara bawang putih, kedelai, dan daging belum; porsi impor total dilaporkan sekitar 5 persen.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pangan dalam waktu setahun. Padahal hal itu ditargetkan tercapai dalam waktu empat tahun.

"Karena kebijakan-kebjakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dulu kita targetkan tercapai dalam 4 tahun, ternyata berhasil dalam waktu satu tahun," ujar Prabowo dalam pidato Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR dan DPD di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Benarkah klaim tersebut?

Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut, swasembada pangan telah tercapai apabila merujuk pada standar Food and Agriculture Oganization (FAO). FAO menyebut, swasembada terpenuhi apabila mayoritas kebutuhan pangannya dipenuhi produksi domestik.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Bapamas Andi Amran Sulaiman mengatakan, delapan dari 11 komoditas pangan strategis sudah swasembada. Tiga komoditas yang belum adalah bawang putih, kedelai, dan daging.

Adapun delapan komoditas yang sudah swasembada adalah beras, jagung pakan, daging ayam ras, telur ayam ras, cabai, dan bawang merah.

"Kalau ditotal secara keseluruhan, porsi impor kita hanya lima persen. Sedangkan menurut konsensus FAO, batas maksimal impor 10 persen itu sudah termasuk dalam kategori swasembada," ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada Senin (15/6/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) produksi beras pada 2025 mencapai 34,69 juta ton, naik 13,29 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan mengutip Bapanas, kebutuhan konsumsi saat ini mencapai 31,16 juta ton.

Sementara berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi beras nasional 2025 mencetak rekor 34,69 juta ton, melampaui target awal pemerintah yang dipatok sekitar 32,8 juta ton, dan jauh di atas kebutuhan konsumsi nasional yang berada di kisaran 30–31 juta.

Adapun untuk produksi jagung pakan, Bapanas menyebut produksi 16,16 juta ton, sedangkan kebutuhannya 15,23 juta ton.

Dalam Neraca Pangan 2025, konsumsi tahunan bawang merah mencapai 1,239 juta ton. Sedangkan kebutuhannya sekitar 1,397 juta ton.

Kemudian, cabai besar memiliki perkiraan produksi 1,51 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 929,27 ribu ton. Cabai rawit memiliki kebutuhan 913,6 ribu ton dengan produksi mencapai 1,6 juta ton. Daging ayam ras produksinya 4,89 juta ton dengan kebutuhan konsumsi 4,02 juta ton.

Sedangkan tiga komoditas yang belum swasembada adalah kedelai dengan jumlah kekurangan 2,46 juta ton, bawang putih dengan kekurangan 695 ribu ton, sedangkan daging sapi kekurangan 183,4 ribu ton

Kesimpulannya: Benar telah tercapai swasembada pangan dalam waktu setahun untuk beberapa komoditas pangan, khususnya beras.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More