Jakarta, IDN Times - Tim Ekshumasi Polda Metro Jaya menemukan adanya kafein di berbagai organ tubuh Sutrimo. Selain itu, ditemukan pula tanda risiko penyakit jantung melalui Frank’s sign, yaitu lipatan atau garis kerutan diagonal pada cuping telinga.
Tim tidak menemukan adanya luka akibat kekerasan, baik senjata tajam maupun tumpul, dan tidak ditemukan adanya patah tulang yang berkaitan dengan kekerasan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Ekhumasi dan Autopsi, Ahmad Yudianto, dalam jumpa persnya di Polda Metro Jaya, Rabu (30/9/2026).
"Pemeriksaan toksikologi dari organ beserta tanah yang ada di sekitar pemakaman tidak menemukan adanya kandungan pestisida, alkohol, arsen, maupun sianida. Di sisi lain, pemeriksaan menemukan adanya kafein pada berbagai organ dan jaringan tubuh," kata Yudianto.
Selain itu, ditemukan adanya faktor risiko dan perubahan patologis pada sistem kardiovaskular, antara lain adanya tanda Frank's sign, yaitu lekukan pada cuping telinga kanan dan kiri, lemak abdomen yang tebal, dinding arteri koroner yang keras dan menebal.
"Serta ditunjang dengan pemeriksaan histopatologi yang menunjukkan adanya penyempitan lumen arteri, pembuluh arteri itu sampai mencapai sekitar 75 persen," ujar dia.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut secara keseluruhan, baik pemeriksaan luar, dalam, maupun pemeriksaan penunjang, Tim menyimpulkan bahwa penyakit jantung iskemik tidak dapat disingkirkan sebagai penyebab kematian.
"Kafein yang ditemukan dalam tubuh dinilai dapat berperan sebagai faktor pencetus yang memperberat kondisi penyakit tersebut. Dengan demikian, hasil pemeriksaan forensik perlu dipahami secara terintegrasi dengan mempertimbangkan temuan pemeriksaan jenazah, pemeriksaan toksikologi, kondisi patologis, serta informasi medis dan investigasi lainnya. Temuan individual tidak dapat digunakan secara terpisah untuk menentukan penyebab kematian maupun cara kematian," ujar Yudianto.
