Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tim Ekshumasi soal Penyebab Kematian Sutrimo: Penyakit Jantung Iskemik

2 min read
Tim Ekshumasi soal Penyebab Kematian Sutrimo: Penyakit Jantung Iskemik
Ketua Tim Ekshumasi Ahmad Yudianto (IDN Times/Irfan Fathurohman)
  • Hasil ekshumasi tim dokter forensik menyebut Sutrimo meninggal karena penyakit jantung iskemik.

  • Busa putih dari mulut Sutrimo dikaitkan dengan edema paru akut, yang dapat melibatkan cairan dan lendir di paru-paru.

  • Polda Metro Jaya menyatakan belum menemukan unsur tindak pidana berdasarkan pemeriksaan saksi, ekshumasi, dan puslabfor Polri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kematian Sutrimo, pria yang disebut pekerja di rumah eks Jampidsus Febrie Adriansyah, disebabkan karena adanya penyakit jantung iskemik. Hal itu terungkap berdasarkan hasil ekshumasi yang dilakukan tim dokter forensik terhadap jenazah Sutrimo.

"Meninggalnya tuan almarhum Sutrimo karena penyakit jantung iskemik," kata Ketua Tim Ekshumasi Ahmad Yudianto dalam konferensi pers, Rabu (30/9/2026).

Yudianto menjelaskan, busa warna putih yang keluar dari mulut Sutrimo saat ditemukan tak sadarkan diri itu berkaitan dengan edema paru akut.

"Sedangkan busa yang keluar dari korban, ini diakibatkan karena menyebutkannya edema paru akut, itu bisa disebabkan adanya cairan pada paru-paru serta lendir dan mengakibatkan karena sulit saluran nafas itu tidak lancar, sehingga seperti dikocok sehingga keluar busa warna putih, sebenarnya ini termasuk dalam salah satu penyebab keluarnya busa putih tersebut," ujar dia.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah menyatakan tidak menemukan adanya unsur tindak pidana dalam kasus kematian Sutrimo. Wadirreskrimum Polda Metro Jaya AKBP I Dewa Anom Danujaya mengatakan hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan saksi, hasil ekshumasi hingga hasil puslabfor Polri.

"Berdasarkan fakta-fakta yg telah dikumpulkan dan analis Penyidik berkesimpulan belum ditemukan yang menunjukkan tindak pidana dalam peristiwa meninggalnya saudara Sutrimo," kata Anom dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Rabu.

    Share Article
    Editorial Team

    Ambang Batas Jelang Pemilu 2029

    Related Articles

    See More