Jakarta, IDN Times - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, mengaku tak mengibaratkan calon wakil presiden nomor urut dua, Gibran Rakabuming Raka, sebagai sopir penyebab kecelakaan di Tol Halim, Jakarta, Rabu, 27 Maret 2024.
"Saya tidak mengibaratkan seperti itu, saya memberikan contoh ketika menyampaikan pembicaraan, kebetulan ada persoalan sangat serius ketika di dekat pintu gerbang Tol Halim ada sopir truk yang usianya baru 17 tahun, belum punya SIM dan kemudian mengalami dua krisis," ujar Hasto di Jakarta, Senin (1/4/2024).
"Krisis pertama, ketika dia menyenggol kendaraan lain, maka yang kedua karena usianya belum cukup di dalam hadapi problematika itu, dia langsung ambil jalan pintas mencoba lari. Maka dia gaspol dan malah menciptakan suatu kecelakaan kecelakaan beruntun, artinya untuk sopir truk saja diperlukan suatu kedewasaan," sambungnya.
