Proses pemadaman karhutla di Sumsel (Dok: Manggala Agni)
Pengendalian karhutla terus dilakukan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, relawan, dunia usaha, dan para pihak terkait. Pemerintah menyiagakan 61 unit armada udara, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing.
Perhatian khusus tetap diberikan pada kebakaran di lahan gambut. Bara dapat bertahan dan menjalar di bawah permukaan meskipun api di atas tanah sudah tidak terlihat, sehingga pembasahan dan pendinginan harus dilakukan hingga lokasi benar-benar aman.
Selain perkembangan hotspot, pemerintah terus memantau kondisi udara berbasis konsentrasi PM2,5 sebagai bagian dari perlindungan kesehatan masyarakat. Secara umum, sebagian besar wilayah Indonesia masih menunjukkan kondisi udara pada kategori baik hingga sedang. Namun, terdapat sejumlah kantong wilayah dengan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat, antara lain pada sebagian Sumatera, Kalimantan, Jawa, serta Papua. Pada beberapa lokasi juga masih terlihat kategori berbahaya.
Kondisi udara dapat berubah mengikuti perkembangan kebakaran, konsentrasi partikulat, arah dan kecepatan angin, serta dinamika atmosfer lainnya. Masyarakat di wilayah terdampak diminta terus mengikuti informasi kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kualitas udara memburuk, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.