Pengendalian karhutla dilaksanakan secara terpadu oleh Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama BNPB, TNI, Polri, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, serta para pihak lainnya.
Hotspot High Confidence Meningkat, Kemenhut Perkuat Respons Lapangan

Kementerian Kehutanan mencatat 893 hotspot high confidence per 29 September 2026, naik dari 365 titik sehari sebelumnya; Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah menjadi perhatian utama.
Pengendalian karhutla melibatkan operasi darat dan udara, dengan 61 armada disiagakan termasuk 44 unit water bombing; hotspot tetap diverifikasi karena bukan jumlah kebakaran atau luas area terbakar.
Karhutla turut mengganggu satwa liar; sepanjang 2026, 254 individu ditangani melalui evakuasi, perawatan, rehabilitasi, translokasi, pelepasliaran, atau penggiringan ke habitat lebih aman.
Jakarta, IDN Times - Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul peningkatan hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi atau high confidence pada pemantauan terbaru. Selain operasi pemadaman dan pembasahan, perlindungan satwa liar serta habitatnya juga menjadi bagian penting dari penanganan dampak karhutla. Hingga 29 September 2026, 254 individu satwa tercatat dalam keseluruhan penanganan dampak bencana alam sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan pemantauan SiPongi Kementerian Kehutanan hingga Selasa (29/9) pukul 21.10 WIB, secara nasional terdeteksi 893 hotspot high confidence, meningkat dibandingkan pemantauan Senin (28/9) yang mencatat 365 titik. Pada enam provinsi prioritas pengendalian karhutla, pemantauan menunjukkan:
• Sumatera Selatan: 266 titik, dari sebelumnya 96 titik;
• Kalimantan Tengah: 132 titik, dari 37 titik;
• Jambi: 75 titik, dari 25 titik;
• Kalimantan Barat: 30 titik, dari nihil;
• Kalimantan Selatan: 28 titik, dari 4 titik; dan
• Riau: nihil hotspot high confidence, tetap nihil dibandingkan sehari sebelumnya.
Perkembangan tersebut menjadi perhatian terutama di Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, yang mencatat jumlah hotspot terbesar di antara enam provinsi prioritas. Tim di lapangan terus melakukan groundcheck untuk memastikan kondisi aktual dan menentukan respons yang diperlukan.
Kementerian Kehutanan mengingatkan bahwa hotspot bukan merupakan jumlah kejadian kebakaran maupun luas area terbakar. Hotspot merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi melalui satelit NASA Terra/Aqua, SNPP, dan NOAA-20. Satu kejadian kebakaran dapat terdeteksi sebagai beberapa hotspot sehingga seluruh indikasi harus diverifikasi melalui pemeriksaan lapangan.
1. Operasi darat dan udara tetap diperkuat

Proses pemadaman karhutla di Sumsel (Dok: Manggala Agni) Sebanyak 61 unit armada udara disiagakan untuk mendukung pengendalian karhutla, terdiri atas 17 unit untuk patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta 44 unit untuk operasi water bombing. Sebanyak 55 unit ditempatkan untuk mendukung enam provinsi prioritas, sementara armada lainnya mendukung operasi di wilayah yang membutuhkan.
Operasi udara tetap berjalan berdampingan dengan patroli darat, pemeriksaan titik panas, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, pembasahan, mopping up, dan pendinginan. Penanganan pada lahan gambut mendapat perhatian khusus karena bara api dapat bertahan di bawah permukaan meskipun api di permukaan telah berkurang.
2. Pantauan kondisi udara

Helikopter pemadam Karhutla di Sumsel. (IDN Times/Rangga Efrizal) Pemantauan kondisi udara berbasis konsentrasi PM2,5 menunjukkan sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada kategori baik hingga sedang. Namun, sejumlah area di Kalimantan dan beberapa bagian Sumatera masih menunjukkan kondisi tidak sehat hingga sangat tidak sehat.
Masyarakat di wilayah terdampak asap diminta terus mengikuti pembaruan kondisi udara dan arahan pemerintah daerah. Apabila kondisi udara memburuk, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar. Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, lansia, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan atau penyakit kronis.
3. Sebanyak 254 individu satwa tercatat dalam penanganan dampak bencana 2026

Pemprov Kalbar akan cari solusi penanggulangan karhutla. (IDN Times/adpim). Karhutla tidak hanya berdampak terhadap masyarakat dan kawasan hutan, tetapi juga dapat mengganggu habitat, ruang jelajah, sumber pakan, serta keselamatan satwa liar. Berdasarkan rekap terbaru Kementerian Kehutanan hingga 29 September 2026, tercatat 254 individu satwa dalam keseluruhan data penanganan dampak bencana alam sepanjang tahun 2026. Data tersebut mencakup berbagai bentuk penanganan satwa.
Dalam pelaksanaannya, tindakan terhadap satwa antara lain meliputi rescue atau evakuasi, pemeriksaan dan perawatan, rehabilitasi, translokasi, pelepasliaran, penggiringan menuju habitat yang lebih aman, serta bentuk penanganan lainnya sesuai kondisi satwa di lapangan. Satwa yang tercatat mendapatkan penanganan antara lain Orangutan Kalimantan, Bekantan, Trenggiling, Kukang, Kucing Kuwuk, Lutung Kelabu, Beruang Madu, serta berbagai jenis satwa liar lainnya.
Pada Orangutan Kalimantan, misalnya, sejumlah individu yang ditemukan di wilayah terdampak dievakuasi untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Satwa yang membutuhkan rehabilitasi selanjutnya ditempatkan di fasilitas rehabilitasi, sedangkan individu yang memenuhi persyaratan dapat ditranslokasikan atau dikembalikan ke habitat yang sesuai.
Pada Bekantan, dalam kondisi tertentu petugas juga melakukan penggiringan kelompok satwa menuju habitat yang lebih aman untuk menjauhkan satwa dari kawasan yang terdampak atau memiliki risiko kebakaran.
Kementerian Kehutanan mengimbau masyarakat yang menemukan satwa liar terdampak kebakaran, terluka, terjebak, atau memasuki kawasan permukiman untuk tidak melakukan penanganan secara mandiri. Masyarakat diminta menjaga jarak, menghindari tindakan yang dapat membuat satwa stres atau agresif, mencatat lokasi serta kondisi satwa apabila memungkinkan, dan segera melaporkannya kepada Balai KSDA atau petugas kehutanan terdekat.
Kementerian Kehutanan juga kembali mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada petugas. (WEB)


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















